​Kapolri Cup Shooting Championship 2026: Momentum Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet

JAKARTAKapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menegaskan bahwa ajang Kapolri Cup Shooting Championship 2026 bukan sekadar kompetisi menembak biasa. Event tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas dan kemitraan antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat.

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri di sela-sela kegiatan kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Sabtu (25/7/2026).

​Rangkul Berbagai Elemen dan Pimpinan Media Kapolri menjelaskan bahwa kejuaraan ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, anggota DPR, komunitas olahraga menembak, atlet profesional, hingga masyarakat umum. Tak ketinggalan, sejumlah pimpinan redaksi media nasional pun turut ambil bagian.

​”Memang sengaja kita mengundang mitra-mitra kita dari kementerian lembaga hingga DPR untuk bersama-sama mengikuti kejuaraan. Di samping itu, tentunya juga untuk meningkatkan sinergitas. Bahkan teman-teman media hingga pimpinan redaksi juga ikut,” ujar Kapolri.

​Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti komitmen Polri untuk terus memelihara kolaborasi dan kemitraan strategis yang selama ini telah terjalin dengan harmonis.
​Wadah Asah Keterampilan Personel Polri
​Selain dimensi kemitraan, kejuaraan ini difungsikan sebagai sarana vital untuk mengasah keterampilan teknis personel Polri. Menurut Jenderal Listyo Sigit, Kemahiran menggunakan senjata api merupakan kemampuan mendasar yang wajib dimiliki dan dilatih secara berkala guna menunjang tugas operasional di lapangan.

​Ia menekankan pentingnya personel memiliki tingkat kemahiran yang tinggi agar setiap tindakan diskresi maupun penegakan hukum dapat dijalankan secara tepat, terukur, dan profesional.

​Ajang Pembinaan Atlet Nasional dan Internasional
​Di ranah keolahragaan, Kapolri Cup Shooting Championship 2026 diproyeksikan sebagai ajang pemanasan sekaligus pembinaan bagi para atlet menembak sebelum berlaga di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

​”Di satu sisi, kita juga mempersiapkan atlet-atlet. Saya kira ini menjadi salah satu ajang uji coba mereka sebelum mengikuti berbagai macam lomba, baik tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Kapolri.

​Rangkaian Kategori dan Hari Bhayangkara ke-80 Kejuaraan menembak ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 23 hingga 26 Juli 2026. Sejumlah kategori bergengsi dipertandingkan, antara lain :

Kategori IPSC & Non-IPSC : Menguji nomor handgun dan PCC.

Kategori Tembak Presisi : Menguji nomor individu dan beregu bagi personel Polri dari berbagai jenjang kepangkatan.

​Seluruh nomor pertandingan dirancang untuk menguji kecepatan, ketepatan, konsistensi, serta pengambilan keputusan para peserta di bawah tekanan kompetisi.

​Sebagai penutup, Kapolri menyampaikan bahwa penyelenggaraan ajang ini sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang bersama yang membawa manfaat nyata bagi seluruh pihak.

Tulus Hartanu & Tim…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *