Keterangan foto : Atlet Kick Boxing saat sesi latihan
MOJOKERTO ~ Pelatih cabang olahraga kickboxing Kabupaten Mojokerto, Susilo, secara tegas meminta Pengurus KONI, khususnya Bidang BIMPRES, untuk segera menetapkan kuota atlet per cabang dalam ajang Porprov Jawa Timur. Permintaan itu disampaikan agar setiap cabang dapat mempersiapkan atlet secara matang sejak dini.
“Kami mohon segera membuat keputusan terkait regulasi berapa atlet yang harus dikirim. Contohnya, kickboxing mendapat kuota 15 atau 20 atlet, itu segera diumumkan,” ujar Susilo dalam wawancara, Senin (6/9/2026).
Susilo menjelaskan penetapan kuota sangat penting agar pelatih dapat menyusun persiapan dengan tepat. Jika kuota terlambat ditetapkan, risiko banyak atlet yang sudah berlatih keras justru tidak dapat dikirim. “Kasihan kalau sudah latihan berat, tapi akhirnya tidak bisa ikut. Mending secepatnya diumumkan, terutama untuk cabang body contact dan olahraga pertarungan, karena kami butuh waktu untuk mematangkan atlet,” katanya.
Susilo menambahkan, waktu satu tahun tergolong pendek dalam persiapan kejuaraan. Dengan kuota yang jelas, pihaknya dapat langsung menyiapkan jumlah atlet sesuai jatah. “Kalau dikasih 20, kita siapkan 20 yang terbaik. Bukan sekadar pergi sebagai penggembira, tapi benar-benar siap meraih medali,” tegasnya.
Ia juga berharap anggaran yang diajukan KONI sesuai Rencana Anggaran Biaya dapat terealisasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto tanpa pengurangan, sehingga pengurusan atlet dapat berjalan lancar.
Terkait pengalaman tahun lalu di Malang, kickboxing hanya mendapat jatah 12 atlet dalam masa transisi kepengurusan. Kini Susilo berharap kuota bertambah, minimal 15 hingga 20 atlet. Kickboxing memiliki 6 kelas pertandingan; semakin banyak atlet yang dikirim, semakin besar peluang meraih medali.
“Kalau semua kelas terisi, insya Allah pulang membawa medali lebih banyak. Kami butuh banyak pilihan atlet, bukan jumlah yang sedikit,” pungkas Susilo. (hr)







