News  

Bangun Budaya Integritas, Ning Ita Tekankan Peran Kepala Sekolah Dan Ekosistem Pendidikan

Bangun Budaya Integritas, Ning Ita Tekankan Peran Kepala Sekolah Dan Ekosistem Pendidikan

Kota Mojokerto, 5 November 2026- Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat tata kelola birokrasi pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan menanamkan budaya integritas secara menyeluruh, tidak hanya pada penguatan karakter anak didik, tetapi juga pada ekosistem manajemen lembaga pendidikan.

Hal ini ditekankan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka kegiatan Implementasi Penguatan Karakter Pendidikan Anti Korupsi dalam Mendukung Kokurikuler di Sunrise Hotel Mojokerto, Kamis (5/11).

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, mengingatkan bahwa komitmen integritas aparatur, termasuk di sektor pendidikan, harus dibuktikan dengan kerja dan implementasi yang terukur. Oleh karena itu, ia mendorong para kepala sekolah untuk beradaptasi dan menjadi teladan nyata di lingkungan sekolah.

“Integritas itu tidak hanya sebatas slogan atau kampanye saja yang harus kita sampaikan, tetapi benar-benar diimplementasikan. Di awal pasti memang butuh penyesuaian, adaptasi. Tapi karena saya sebagai pengusaha itu terbiasa bekerja dengan target yang terukur, maka itu saya implementasikan ketika saya memimpin birokrasi ini,” tegas Ning Ita memberikan arahan.

Lebih lanjut, Ning Ita menyadarkan para peserta bahwa pendidikan antikorupsi tidak akan berjalan maksimal jika tidak diimbangi dengan perbaikan pada lima dimensi integritas manajerial. Kelima dimensi tersebut meliputi pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, sistem PPDB, manajemen SDM, hingga optimalisasi layanan pendidikan gratis yang telah disediakan oleh Pemkot Mojokerto.

“Ekosistem yang di dalamnya terdiri dari tiga komponen; para guru tenaga pendidik, pimpinan berarti panjenengan kepala sekolahnya dan juga orang tua. Tentu ini harus ada kesamaan persepsi dan kesamaan visi,” pesannya menggarisbawahi pentingnya keselarasan nilai di sekolah dan di rumah.

Guna mewujudkan ekosistem yang sehat tersebut, kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto ini diikuti secara antusias oleh 105 peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, perwakilan guru, serta pengawas jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Sebagai informasi, komitmen nyata dari seluruh ekosistem ini akan menjadi tolak ukur evaluasi dari pemerintah pusat melalui Indeks Integritas Pemerintah (IIP). Pembekalan ini diharapkan mampu mendongkrak capaian IIP Kota Mojokerto menuju target aman di angka 77,89. Sinergi penguatan integritas ini sekaligus menjadi pondasi penting dan ladang jariyah bagi para tenaga pendidik untuk mencetak generasi unggul dari Kota Mojokerto, sebagai wujud kontribusi nyata menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *