Mbak Ana dan Kiprah YMKM dalam Memberdayakan Keluarga serta Masyarakat

Mojokerto ~ Di tengah kehidupan masyarakat, selalu ada sosok yang memilih untuk tidak hanya melihat berbagai persoalan, tetapi juga hadir untuk mencari jalan keluar dan memberikan manfaat. Salah satunya adalah sosok perempuan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Yayasan Mitra Keluarga Majapahit, yaitu Ibu Siti Khuzayanah, yang akrab disapa Mbak Ana.

Mbak Ana adalah sosok perempuan pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap keluarga dan kehidupan masyarakat. Baginya, keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang kuat, berkarakter, mandiri, dan penuh kasih.

Dengan kepedulian dan semangat pengabdian yang dimilikinya, Mbak Ana berupaya menjadikan Yayasan Mitra Keluarga Majapahit atau YMKM sebagai wadah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Bersama seluruh jajaran, ia mengembangkan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan keluarga, dan penguatan ketahanan keluarga.

YMKM memiliki visi untuk membangun sumber daya masyarakat yang unggul serta mewujudkan masyarakat yang berdaya. Visi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Mbak Ana dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, di antaranya Kajian Muslimah, Sekolah Pra Nikah, dan pelatihan pembuatan kue.

Melalui Kajian Muslimah, Mbak Ana mendorong perempuan untuk terus meningkatkan wawasan keislaman, memperkuat keimanan, dan membangun kepedulian antarsesama. Ia meyakini bahwa perempuan yang memiliki pengetahuan dan keteguhan iman akan mampu memberikan pengaruh positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Sekolah Pra Nikah menjadi salah satu bentuk perhatian Mbak Ana terhadap kesiapan generasi dalam membangun rumah tangga. Melalui program ini, calon pasangan dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang kehidupan berumah tangga, sehingga keluarga yang dibangun diharapkan menjadi keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh keberkahan.

Kepedulian Mbak Ana juga diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kue. Program ini menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk mengembangkan keterampilan dan membuka peluang usaha. Dengan keterampilan tersebut, perempuan diharapkan semakin mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat perekonomian keluarga.

Bagi Mbak Ana, pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang membuka kesempatan agar masyarakat mampu mengenali potensi, mengembangkan kemampuan, dan menjadi lebih berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ke depan, YMKM juga akan mengembangkan Rumah Konseling Mitra Keluarga Majapahit. Gagasan ini menjadi wujud kepedulian Mbak Ana terhadap keluarga-keluarga Indonesia yang membutuhkan tempat aman dan nyaman untuk bercerita tentang berbagai dinamika kehidupan.

Melalui rumah konseling tersebut, keluarga dapat memperoleh ruang untuk didengar, didampingi, dan diarahkan dalam menghadapi persoalan rumah tangga, komunikasi, pengasuhan, maupun tantangan kehidupan lainnya. Mbak Ana memahami bahwa setiap keluarga memiliki persoalan, dan setiap persoalan membutuhkan ruang untuk dibicarakan dengan penuh kepedulian.

Sosok Mbak Ana menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dan mengambil peran dalam kehidupan sosial. Dengan ketulusan, kepedulian, dan semangat pengabdian, ia berusaha menjadikan YMKM bukan sekadar sebuah lembaga, tetapi sebagai mitra bagi keluarga dan masyarakat.

Melalui kepemimpinannya, Mbak Ana terus mendorong hadirnya program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari penguatan spiritual, peningkatan kapasitas perempuan, pembekalan kehidupan berumah tangga, pengembangan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan keluarga.

Pada momentum Tabligh Akbar hari ini, semangat Mbak Ana bersama YMKM semakin menemukan maknanya. Sebab membangun ketahanan keluarga tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kasih sayang, keteladanan, kesabaran, dan akhlak mulia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Semoga langkah Ibu Siti Khuzayanah, atau Mbak Ana, bersama Yayasan Mitra Keluarga Majapahit senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan. Semoga Mbak Ana terus menjadi sosok perempuan pemimpin yang menginspirasi, menguatkan keluarga, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang semakin luas.

Semoga YMKM semakin mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memberdayakan keluarga, memperkuat ketahanan keluarga-keluarga Indonesia, serta mewujudkan masyarakat yang unggul dan berdaya.

Mari memperbanyak sholawat, menebarkan cinta kuepada Rasulullah ﷺ, dan bersama-sama membangun keluarga yang kuat, harmonis, mandiri, berdaya, serta penuh keberkahan. (ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *