JOMBANG – Kampung Mie yang menjadi identitas Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, mendapatkan dukungan nyata untuk terus berkembang. Untuk meningkatkan daya saing dan kelayakan usaha para pedagang, BRI Jombang menyalurkan tujuh unit gerobak baru.
Desa Kayen sendiri memang sangat lekat dengan denyut ekonomi dari olahan mie dan nasi goreng. Puluhan warganya secara turun-temurun menggantungkan hidup dari usaha kuliner ini. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi gerobak yang menjadi alat utama para pedagang banyak yang mulai termakan usia. Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berisiko mengurangi standar higienitas di mata konsumen.
Merespons kendala di lapangan tersebut, Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menyampaikan bahwa intervensi sarana fisik ini adalah langkah taktis perseroan untuk merawat potensi lokal sekaligus menaikkan kelas para pedagang kecil.
“Desa Kayen memiliki potensi luar biasa sebagai sentra kuliner mie yang ikonik. Bantuan ini untuk memastikan teman-teman UMKM bisa berjualan dengan sarana yang jauh lebih bersih, terang, dan menarik. Harapannya, daya tarik pembeli semakin kuat dan omzet paguyuban ikut meningkat,” terang Boedhi Winaryo.
Bantuan yang digulirkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diserahkan langsung kepada Kelompok Paguyuban UMKM Kampung Mie dan diterima secara simbolis oleh Ketua Paguyuban, Moch. Soleh.
Bagi para pedagang yang setiap malam bergelut dengan wajan dan panasnya kompor, pembaruan fasilitas ini ibarat amunisi baru. Ketua Paguyuban UMKM Kampung Mie, Moch. Soleh, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas solusi praktis yang diberikan.
“Mewakili teman-teman paguyuban, saya sangat berterima kasih. Gerobak baru ini sangat menunjang operasional kami sehari-hari. Karena tampilannya bersih dan terang, pembeli juga otomatis jadi lebih yakin dan nyaman untuk mampir. Ini benar-benar jadi suntikan semangat buat perputaran ekonomi warga di sini,” ungkap Moch. Soleh.
Lewat sentuhan sarana fisik yang tepat sasaran, eksistensi Kampung Mie Kayen kini tak sekadar bertahan merawat kearifan lokalnya. Dengan armada gerobak yang lebih mentereng dan higienis, para pedagang kini bersiap melangkah lebih maju dan menjemput pangsa pasar yang lebih luas.








