MOJOKERTO, 28 Oktober 2026 — Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarraa, Lc., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pasca Panen Tembakau sekaligus penyerahan bantuan alat, mesin, dan sarana prasarana pertanian di Kabupaten Mojokerto, Rabu (28/10). Kegiatan ini diikuti oleh 7 kelompok tani penerima manfaat.
Bantuan yang diserahkan berupa 7 Unit Jalan Usaha Tani (JUT) dengan total nilai mencapai Rp770.000.000,-, diharapkan dapat mempermudah akses lahan pertanian, meningkatkan efisiensi panen, serta memperlancar distribusi hasil panen ke pasar.
Pangan adalah Kekuatan Bangsa
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya sektor pangan sebagai fondasi utama kedaulatan negara.
“Sehebat apapun negara itu, kalau tidak bisa menyediakan pangan, tetap tidak akan berdaulat. Pangan adalah kekuatan tersendiri bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.
Beliau mengangkat kisah Nabi Yusuf AS yang dipercaya Raja Mesir untuk mengelola cadangan pangan melalui strategi tujuh tahun menanam dan menyimpan benih untuk menghadapi tujuh tahun paceklik. Filosofi ini menjadi pesan mendalam bagi para petani untuk senantiasa bijaksana dalam mengelola hasil panen dan merencanakan masa depan pertanian.
Pentingnya Kemitraan dan Pasca Panen Tembakau
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kualitas tembakau, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Mojokerto. Kualitas tembakau sangat menentukan harga jual, sehingga penanganan pasca panen yang tepat sangat diperlukan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kemitraan antara petani dengan dunia usaha. Melalui kemitraan, petani diharapkan lebih memahami kebutuhan pasar, sehingga hasil produksi dapat terserap dengan harga yang layak.
“Dukungan tidak hanya berupa alat dan mesin, tetapi juga peningkatan kapasitas petani agar semakin mandiri dan sejahtera,” tegas Bupati.
Harapan untuk Petani Mojokerto
Para penerima bantuan diingatkan untuk merawat dan menggunakan alat serta sarana prasarana dengan sebaik-baiknya. Bantuan ini diharapkan menjadi awal kemandirian, bukan sekadar pemberian yang berhenti di satu waktu.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan kemudahan bagi kita semua dalam membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” harapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, jajaran dinas terkait, mitra usaha PT Padi Indonesia Maju, DPC Tani Merdeka Indonesia, Mojokerto Raya, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto. (har)







