Keterangan Foto : KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.
MOJOKERTO, 25 Oktober 2026 ~ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto menggelar Halaqoh Nasional Qonun Asasi bertempat di Pondok Pesantren Nurul Islam, Pungging, Mojokerto, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), Ketua PCNU Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Sl-Barra, Lc MHum.
Penemuan Kembali Naskah Qonun Asasi
Dalam pemaparan utamanya, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. menyampaikan kabar penting: naskah lengkap Qonun Asasi yang disusun pada Muktamar ketiga NU telah berhasil ditemukan kembali secara utuh. Selama puluhan tahun, dokumen penting ini hanya diketahui sebagian isinya.
“Qonun Asasi bukan sekadar aturan organisasi. Ini adalah jawaban Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari terhadap krisis umat pada masa itu, saat masuknya paham-paham baru dan modernisasi tanpa kendali yang mengganggu kerukunan umat,” jelas Kiai Kikin.
Dijelaskan, sejak NU masuk ke politik praktis tahun 1952, perhatian organisasi bergeser dan dokumen ini perlahan jarang dipelajari. Pada 1983 baru sebagian naskah ditemukan. Namun tiga tahun terakhir, tim peneliti berhasil menemukan bab demi bab secara utuh. Bahkan penelitian ini telah diselesaikan dalam bentuk disertasi dan dipertahankan di Universitas Airlangga pada 30 Juni 2026 lalu.
“NU lahir dari nilai, bukan dari kekuasaan. Ketika nilai itu memudar, Qonun Asasi pun perlahan terlupakan. Sekarang naskahnya sudah utuh kembali, saatnya kita menghidupkan kembali nilai-nilainya, bukan kembali ke masa lalu, melainkan untuk menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.
Kiai Kikin mengingatkan pesan Hadratussyaikh: organisasi ini berdiri di atas prinsip keadilan, keamanan, perdamaian, dan kebaikan. “Terasa manis di mulut orang baik, tetapi terasa sesak di tenggorokan orang yang zalim.” Oleh karena itu, warga NU diajak senantiasa bersatu, saling mengasihi, dan berkhidmat dengan ikatan jiwa yang terhubung kepada Allah SWT.

Sambutan Bupati Mojokerto
Sementara itu, Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Ansor Kabupaten Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al-Barra LC MHum,, dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini.
“Qonun Asasi menjadi pedoman bagi kita semua, bagaimana menjadi warga Nahdlatul Ulama yang sesungguhnya. Di dalamnya Hadratussyaikh mengajak kita semua, kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, untuk bersama-sama berkhidmat dengan kasih sayang dan persatuan,” ujar Gus Barra, sapaan akrabnya.
Ia berharap kegiatan ini membawa berkah dan memperkuat kebersamaan warga NU di Kabupaten Mojokerto.
Dengan ditemukannya kembali naskah lengkap Qonun Asasi, diharapkan warga NU dapat memahami kembali fondasi berdirinya organisasi ini: berdiri di atas nilai keilmuan, tradisi, dan persaudaraan yang menyeluruh, guna menjawab tantangan zaman yang terus berubah. (har)







