Misteri Kematian S: Tim Forensik Uji Laboratorium Sampel Tubuh Usai Ekshumasi,Tim Forensik Kejar Bukti Racun dan DNA.

Seputarindonesia.co.id. Bayumas-
Tim Dokter Forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) melanjutkan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jenazah almarhum S guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan usai tim forensik merampungkan proses ekshumasi dan autopsi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026). Langkah medis tersebut diambil untuk menyajikan pembuktian ilmiah (Ibnu) demi mendukung penyidikan yang tengah berjalan.

Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Dr. dr. H. Ahmad Yudianto, mengungkapkan bahwa seluruh proses autopsi berjalan melalui tiga tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi ekshumasi atau pembongkaran makam, pemeriksaan fisik luar dan dalam, hingga pengambilan sampel jaringan tubuh.

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, jenazah teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 40 tahun, dengan panjang tubuh 166 sentimeter. Prof. Ahmad menegaskan bahwa dari pengamatan visual, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda trauma atau luka akibat kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam pada tubuh korban.

Meski tidak ditemukan luka luar, tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab utama kematian almarhum S. Untuk mendapatkan kesimpulan menyeluruh, tim medis telah mengamankan sejumlah sampel guna menjalani uji histopatologi, toksikologi, serta tes DNA di laboratorium forensik.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa seluruh hasil uji laboratorium ini akan menjadi alat bukti ilmiah (scientific crime investigation) bagi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Kepolisian menegaskan akan mengawal kasus ini secara transparan dan profesional tanpa mendahului kesimpulan resmi dari tim dokter ahli.(Aro Ndraha/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *