News  

Pelantikan Pengurus Asrama Ponpes Nurul Islam Mojokerto, Pengasuh Pesan: Bangun Jiwa Pemimpin Tangguh dan Jaga Persatuan

Keterangan Foto : Pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Mojokerto adalah Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M

MOJOKERTO – Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto menggelar acara Pelantikan Pengurus Asrama dan Musyrif/Musyrifah Masa Khidmat 2026–2027, Kamis (23/7/2026) bertempat di Halaman Utama PP Nurul Islam 2. Mengusung tema “Meneguhkan Amanah, Menguatkan Khidmah, Mewujudkan Asrama yang Berkah”, kegiatan ini menjadi momen penting regenerasi kepemimpinan di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., menyampaikan harapan mendalam agar tugas dan amanah yang diemban dapat berakhir dengan baik, serta benar-benar membentuk pribadi yang paripurna.

Pengalaman Menjadi Teladan Kepemimpinan

Kiai Siddiq berpesan, jabatan pengurus asrama adalah tempat terbaik menempa jiwa kepemimpinan. Beliau mengisahkan perjalanan sendiri, mulai dari menjabat tingkatan terendah hingga mengemban tanggung jawab tertinggi di lingkungan pesantren.

“Dulu Abayai juga ditempa kepemimpinannya melalui menjadi pengurus pondok. Mulai dari level paling rendah sampai level tertinggi. Abayai senantiasa menjiwai dan mengilhami setiap tugas yang diberikan. Ketulusan itulah yang akhirnya membentuk karakter dan sikap pemimpin yang tangguh,” ujarnya.

Lebih lanjut beliau menegaskan, mengasuh puluhan ribu santri membutuhkan sosok “Strong Leader” atau pemimpin yang kuat. Hal itu didasari fakta bahwa Pondok Pesantren Nurul Islam setiap bulan mengeluarkan dana gaji sebesar Rp4,5 miliar untuk lebih dari 1.100 guru, dosen, ustadz, ustadzah, dan pegawai.

Jangan Terlena, Jaga Kehati-hatian

Kepada para Musyrif dan Musyrifah yang baru dilantik, Kiai Siddiq mengingatkan betapa beratnya tanggung jawab yang dipikul.

“Tugas kalian sangat berat. Jangan sampai terlena, jangan lepas kendali dan lepas kontrol. Kebaikan yang sudah banyak kita bangun bisa hilang seketika hanya karena satu kelalaian kecil. Ibarat pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari,” tegasnya.

Namun beliau meyakinkan, segala pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan sia-sia. “Insyaallah semuanya akan dibalas Allah dengan balasan yang indah, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.

Ikhlas dan Persatuan Kunci Kesuksesan

Sebagai penutup amanah, Kiai Siddiq mengajak seluruh pengurus senantiasa berkomitmen dengan kalimat “Mukhlisina lahudin khunafa dolek ridhane Gusti” (ikhlas semata-mata mencari ridha Allah).

Beliau juga mengutip prinsip “Al-ittihadu asasunnaja” yang artinya persatuan adalah landasan keselamatan dan kesuksesan. “Wujudkan persatuan di antara pengurus, karena persatuanlah yang akan membawa kita meraih cita-cita bersama,” pesan Kiai Siddiq mengakhiri amanatnya. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *