Percepatan Penurunan Stunting. Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kab. Bekasi.

Teks foto : Sesi Foto Bersama Dengan Penerima Doorprize

Bekasi – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga
Berencana di Kp. Buni Asih, Desa Karang Baru, Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jum’at siang (11/09/2026).

Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu drg. Putih Sari Wakil Ketua DPR – RI
Komis IX, Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D selaku Sestama BKKBN, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Juniardiana Rosatijavwan, ST., MM. selaku Sekretaris DPPKB Kab. Bekasi.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan disi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Wakil ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari.

Dalam sambutannya, Putih Sari apresiasi yang tinggi terhadap upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menmbutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, kader, serta para mitra kerja.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yaitu gerakan gotong royong yang mendorong kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki risiko stunting, khususnya keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. GENTING diarahkan untuk memperkuat intervensi yang dilakukan secara langsung kepada keluarga sasaran melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas pengasuhan, pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, serta dukungan terhadap pemenuhan gizi.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sestama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, Ph.D, menyampaikan bahwa intervensi pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dan berkelanjutan dari fase pra-nikah hingga usia balita. Empat Pilar Ekosistem Percepatan Penurunan StuntingStrategi percepatan ini melibatkan kolaborasi dan sinergi lintas sector.

Tim Pendamping Keluarga (TPK), Posyandu, Puskesmas dan Kelurahan/Desa yaitu
Penentu kebijakan yang berperan memobilisasi warga, mengintegrasikan data, dan menyediakan pendanaan lokal.
Sementara itu, Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si., BKKBN siap mendorong berbagai program strategis demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Potensi & Gambaran Demografi Jawa Barat (2026)Jumlah Penduduk Diproyeksikan mencapai 51,16 juta jiwa (25,86 juta laki-laki dan 25,29 juta perempuan). Kabupaten/Kota Terbanyak Kabupaten Bogor menduduki posisi puncak dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 5,76 juta jiwa. Dinamika Tahunan (Data 2023) Angka kelahiran mencapai 485.809 bayi per tahun (sekitar 1.331 bayi lahir per hari). Pernikahan Tercatat sebanyak 336.912 pernikahan per tahun (sekitar 923 pernikahan per hari). Tercatat angka kehamilan mencapai 907.364 kehamilan per tahun (sekitar 2.486 kehamilan per hari).(rh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *