News  

Menuju kab Mojokerto Maju Adil dan Makmur. Bupati Gus Barra Perkuat Sektor Pertanian dan Wisata Lewat Normalisasi Waduk Tanjungan

Teks foto : Aktivitas Normalisasi Waduk Tanjungan

MOJOKERTO – Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mendongkrak perekonomian masyarakat pedesaan melalui pembangunan infrastruktur strategis. Langkah nyata terbaru yang dilakukan adalah melalui program normalisasi Waduk Tanjungan yang terletak di Kecamatan Kemlagi.

​Normalisasi ini difokuskan untuk mengembalikan fungsi optimal waduk yang sempat mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Hj. Yuni Laili Faizah, S.T., M.E., menjelaskan bahwa pengerukan dan penataan ulang area waduk ini penting guna mengembalikan kapasitas tampung air secara maksimal, sehingga dapat menjamin ketersediaan pasokan air irigasi yang lebih stabil bagi lahan-lahan pertanian warga.

​Solusi Nyata untuk Petani: Menambah Masa Tanam. Dampak positif dari normalisasi ini langsung dirasakan oleh para petani lokal. Peningkatan debit dan ketersediaan air yang melimpah membuat para petani di Desa Tanjungan dan desa-desa sekitarnya tidak lagi khawatir menghadapi ancaman kekeringan, terutama saat musim kemarau.

Dengan ketersediaan air yang terjaga, para petani kini memiliki peluang besar untuk menambah masa tanam (indeks pertanaman). Jika sebelumnya petani hanya bisa memanen sekali hingga dua kali dalam setahun, kini mereka diproyeksikan dapat mengoptimalkan produktivitas lahan hingga tiga kali setahun.

​Geliat Ekonomi Ganda: Pertanian Maju, Wisata Berkembang. Tidak hanya berdampak pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, program normalisasi Waduk Tanjungan juga dirancang sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh. Kepala Desa Tanjungan, Suparlik, menyambut baik dan mengapresiasi langkah sigap pemerintah daerah.

Menurutnya, kawasan waduk yang kini lebih bersih, tertata rapi, dan memiliki volume air yang memadai akan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata, khususnya dalam pengembangan ekowisata berbasis desa. Hal ini diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui efek berganda (multiplier effect).

​”Kesejahteraan masyarakat Desa Tanjungan kini tumbuh tidak hanya dari sektor pertanian yang semakin produktif, tetapi juga dari berkembangnya destinasi wisata di sekitar waduk,” ujar Suparlik.

​Dengan memadukan sektor agraris yang tangguh dan pariwisata lokal yang menarik, Waduk Tanjungan diharapkan bertransformasi menjadi kawasan mandiri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.(rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *