Penulis : H Afan Faizin MPd, pemerhati Pendidikan serta dosen FIPS Unitomo Surabaya
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pendidik, orang tua, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Di tengah dinamika perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tuntutan kompetensi abad ke-21, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, serta merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan pendidikan.
Sarasehan Pendidikan menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, sarasehan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan inovatif yang dapat diwujudkan dalam program nyata bagi kemajuan pendidikan.
Tujuan Kegiatan
1. Menjadi forum dialog terbuka bagi pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
2. Mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan pendidikan.
3. Menghimpun gagasan dan praktik baik untuk peningkatan mutu layanan pendidikan.
4. Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.
5. Merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sasaran Peserta
●Kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK
●Guru dan tenaga kependidikan
●Pengawas sekolah
●Komite sekolah
●Organisasi profesi pendidikan
●Akademisi dan praktisi pendidikan
●Orang tua peserta didik
●Pemerhati pendidikan
●Perwakilan dunia usaha dan industri
●Organisasi masyarakat
●Jurnalis Media
Pemerhati Budaya
Pokok Bahasan Sarasehan
1. Peningkatan Mutu Pembelajaran
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Penguatan literasi, numerasi, dan karakter.
Inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
2. Tata Kelola Pendidikan yang Baik (Good School Governance)
Transparansi dan akuntabilitas sekolah.
Penguatan budaya mutu.
Kepemimpinan sekolah yang transformatif.
3. Kolaborasi Ekosistem Pendidikan
Peran keluarga dalam pendidikan.
Kemitraan sekolah dan masyarakat.
Sinergi pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
4. Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
Penguatan nilai-nilai luhur budaya Mojokerto.
Pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan berdaya saing.
Hasil yang Diharapkan
1. Terbangunnya komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
2. Tersusunnya rekomendasi kebijakan dan program prioritas pendidikan.
3. Terbentuknya jejaring kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.
4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan.
5. Terciptanya inovasi dan praktik baik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan.
Sarasehan Pendidikan merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Melalui pertukaran ide, pengalaman, dan solusi, seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan. Dengan semangat “Merajut Gagasan, Menguatkan Kolaborasi untuk Pendidikan Mojokerto yang Berkualitas,” diharapkan lahir langkah-langkah strategis yang mampu membawa pendidikan Mojokerto menuju kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.








