Wawancara Eksklusif — H. Agus Mustofa: Usai Juara Nasional, Satria Kwedenkembar Siap Hadapi Kejurnas & Mandiri Bangun Fasilitas Baru

Keterangan foto : H Agus Mustofa Pemilik Club Bola Voli SATRIA, didampingi beberapa team.

MOJOKERTO — Sukses tiga atlet binaannya meraih Juara 3 Kejuaraan Nasional Bola Voli Pantai U-17 di Palembang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Klub Satria Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Di balik prestasi tersebut, pemilik sekaligus pendiri klub, H. Agus Mustofa, terus menyusun persiapan menuju sejumlah agenda kejuaraan mendatang, sekaligus menuntaskan pembangunan fasilitas latihan baru yang dibiayai secara mandiri.

Dalam wawancara eksklusif, H. Agus Mustofa memaparkan jadwal padat yang sudah menanti para atlet binaannya. “Persiapan ke depan ada dua agenda utama yang paling dekat. Pertama, Kejurkab kategori kelahiran 2012 putra-putri. Selanjutnya, Kejurnas usia 19 tahun yang dijadwalkan November mendatang. Untuk voli pantai, akhir September nanti ada Kejurnas Usia 19 tahun di Surabaya. Seluruh atlet sudah menjalani program latihan intensif dan siap turun bertanding,” ungkapnya.

Keterangan foto : pembagunan Lapangan Bola Voli pantai

Tak hanya mematangkan kesiapan atlet, klub yang bermarkas di Kwedenkembar ini juga sedang menuntaskan pembangunan lapangan voli pantai baru yang progresnya sudah mencapai sekitar 70 persen. “Insya Allah minggu ini lapangan sudah bisa digunakan untuk latihan, dan rencananya akan diresmikan secara sederhana pada Sabtu malam minggu depan, sekaligus sebagai persiapan mengikuti kejuaraan di Bali,” jelas H. Agus.

Menariknya, seluruh biaya pembangunan lapangan ditanggung secara mandiri oleh kalangan internal klub, tanpa sumbangan pihak luar. “Alhamdulillah, semuanya mandiri. Tidak ada bantuan dana dari pihak mana pun. Kami berkomitmen membiayai sendiri demi kelancaran pembinaan atlet,” tegasnya.

Hal ini berkaitan dengan pengalamannya selama ini yang belum menerima dukungan nyata dari pemerintah daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung, meski berbagai proposal kegiatan kerap diajukan. “Bukan berarti tidak ada, mungkin belum ada kesempatan yang tepat. Namun harapan kami sederhana: paling tidak ada perhatian dan kehadiran dari pemerintah daerah untuk memberikan semangat kepada para atlet muda kami. Dukungan moril saja sudah sangat berarti untuk mengangkat mental mereka,” ujarnya dengan nada penuh harap.

H. Agus menegaskan, pihaknya tidak terlalu menuntut dukungan materi karena sejauh ini masih mampu membiayai operasional dan pembinaan secara mandiri. Yang diharapkan hanyalah kehadiran dan perhatian dari pemangku kebijakan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas upaya pembinaan olahraga yang dilakukan.

Prestasi di Kejurnas Palembang beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa pembinaan berbasis kemandirian mampu melahirkan atlet berprestasi tingkat nasional. Kini, Satria Kwedenkembar terus melangkah, membawa nama Mojokerto dan Jawa Timur di setiap ajang yang diikuti, sembari menanti uluran tangan semangat dari pemerintah daerahnya sendiri. (hari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *