Teks foto : H. Hery Suyatnoko, S.E. anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO – Rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke Mojosari terus memantik diskusi publik. Paling baru, muncul gelombang kecil aspirasi dan keluhan dari masyarakat yang tinggal di wilayah Utara Sungai (Kecamatan Jetis, Kemlagi, Gedeg, dan Dawarblandong). Sejumlah Warga di kawasan tersebut mengeluhkan bahwa pemindahan ibukota ke arah timur-selatan akan membuat jarak geografis mereka menuju pusat pelayanan administrasi kabupaten menjadi semakin jauh.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bupati Mojokerto memberikan jawaban resmi guna menenangkan masyarakat sekaligus meluruskan persepsi yang berkembang.
Komitmen Bupati. Jarak Jauh, Pelayanan Justru Mendekat via Digitalisasi
Dalam keterangannya, Bupati Mojokerto menegaskan bahwa masyarakat Utara Sungai tidak perlu cemas akan terisolasi atau kesulitan mengurus administrasi. Pemkab Mojokerto memastikan bahwa pemindahan fisik kantor pemerintahan akan dibarengi dengan transformasi pelayanan publik yang masif.
”Pemindahan pusat pemerintahan ke Mojosari adalah bagian dari penataan tata ruang daerah yang lebih luas. Bagi warga Utara Sungai, kami berkomitmen bahwa jarak geografis yang menjauh tidak akan mengurangi kualitas pelayanan. Sebaliknya, pelayanan justru kita dekatkan ke rumah warga melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan optimalisasi layanan digital,” ujar Bupati.
Selain percepatan digitalisasi pelayanan, Pemkab Mojokerto juga berencana memperkuat fungsi layanan satelit atau semacam gerai pelayanan publik terpadu di wilayah Utara Sungai, sehingga pengurusan dokumen-dokumen dasar tidak harus membuat warga menyeberang jauh hingga ke pusat ibukota yang baru.
Pemerataan Infrastruktur Utara Sungai Tetap Jadi Prioritas.
Bupati juga menepis anggapan bahwa pemindahan ibukota ke Mojosari akan membuat pembangunan di Utara Sungai dianaktirikan. Berdasarkan cetak biru pembangunan daerah, wilayah Utara Sungai justru diproyeksikan sebagai kawasan strategis industri dan penyangga ekonomi utara. Peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas publik di Utara Sungai dipastikan tetap berjalan sesuai rencana anggaran yang ada.
Sementara itu, H. Hery Suyatnoko, S.E. anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi tentang Penjelasan Bupati. Siap Kawal Implementasinya.
Merespons jawaban kepala daerah tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Hery Suyatnoko, memberikan pandangan yang menyejukkan sekaligus taktis. Ia menyatakan sangat menghormati dan menghargai penjelasan serta komitmen yang telah disampaikan oleh Bupati Mojokerto ke hadapan publik.
”Secara pribadi dan atas nama lembaga dewan, saya sangat menghormati dan menghargai penjelasan terukur yang disampaikan oleh Bapak Bupati. Tanggapan cepat ini menunjukkan bahwa eksekutif tidak menutup mata terhadap kegelisahan saudara-saudara kita di Utara Sungai. Komitmen beliau untuk mendekatkan pelayanan lewat digitalisasi dan menjamin pemerataan infrastruktur adalah jawaban yang sangat dinantikan,” ungkap Hery.
Meski demikian, legislator dari parlemen Mojokerto ini mengingatkan bahwa tugas berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut menjelma menjadi program kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Apresiasi setinggi-tingginya untuk komitmen Bupati. Tugas kami di DPRD selanjutnya adalah mengawal dan memastikan implementasinya di lapangan. Ketika pelayanan dinyatakan akan didekatkan lewat SPBE, maka kami akan mendukung sekaligus mengawasi kesiapan infrastruktur digital dan SDM-nya hingga ke tingkat desa. Jangan sampai ada kendala teknis saat kantor fisik sudah mulai bergeser,” tambahnya.
Hery menegaskan, sinergi antara kejelasan visi Bupati dan pengawasan ketat dari DPRD akan menjadi kunci agar pemindahan ibukota ini membawa berkah kemakmuran yang merata, termasuk bagi warga di Utara Sungai.
”Pindah ibukota adalah langkah besar, dan dengan komitmen yang kuat dari Bupati serta pengawalan dari kami di dewan, kita optimis pelayanan kepada masyarakat di setiap sudut Mojokerto akan jauh lebih baik, lebih cepat, dan lebih inklusif,” pungkas Hery. (28/6/2026)..(rh)








