Jakarta – Dalam perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara, terdapat sejumlah tokoh yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah militer Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, seorang perwira yang dikenal tegas, berani, konsisten dalam prinsip, serta memiliki kepedulian yang besar terhadap anak buahnya, Rabu (3/6/2026).
Bagi saya pribadi, nama Ryamizard Ryacudu bukan sekadar seorang jenderal yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Saya pernah merasakan langsung kepemimpinan beliau saat bertugas di tahun 1991 dalam misi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kontingen Garuda XII di Kamboja.
Di tahun 2017 berjumpa lagi dgn beliau di negara Jordania, pada saat beliau sbg Menhan RI dan penulis sbg Atpol, pd saat kunjungan kehormatan /tugas atas undangan Raja Jordania, Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam tentang bagaimana sosok beliau sebagai seorang pemimpin lapangan yang sesungguhnya.
Di tengah berbagai tantangan penugasan, beliau selalu hadir sebagai perwira yang tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga menunjukkan keteladanan. Ketegasan beliau dalam mengambil keputusan berpadu dengan perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan dan keselamatan prajurit.
Bagi beliau, anak buah bukan sekadar bawahan, melainkan keluarga besar yang harus dijaga dan diperjuangkan.
Keberanian Ryamizard Ryacudu telah teruji dalam berbagai penugasan militer. Beliau dikenal sebagai sosok yang tidak mudah goyah oleh tekanan dan selalu memegang teguh prinsip pengabdian kepada negara. Sikap konsisten itulah yang membuat beliau dihormati oleh kawan maupun lawan.
Namun di balik karakter yang keras dan disiplin, tersimpan jiwa kepemimpinan yang penuh kepedulian. Banyak prajurit mengenang beliau sebagai pemimpin yang mau mendengar, memahami kesulitan anggotanya, serta tidak pernah meninggalkan anak buahnya dalam situasi sulit.
Hubungan emosional yang terjalin antara beliau dan para prajurit menjadi salah satu kekuatan kepemimpinannya.
Bagi mereka yang pernah bertugas bersama beliau, kenangan tentang Jenderal Ryamizard Ryacudu bukan hanya tentang pangkat dan jabatan, melainkan tentang nilai-nilai keprajuritan: keberanian, loyalitas, kehormatan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tetap relevan dan patut diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Kini, jika beliau telah berpulang menghadap Sang Pencipta, maka yang tersisa adalah jejak pengabdian, keteladanan, dan kenangan yang tidak akan mudah dilupakan. Bangsa Indonesia telah memiliki banyak prajurit terbaik, dan Ryamizard Ryacudu adalah salah satu di antaranya.
Selamat jalan, Jenderal.
Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdianmu, mengampuni segala khilaf, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Prajurit sejati boleh meninggalkan medan tugas, tetapi semangat pengabdiannya akan tetap hidup dalam hati anak buah dan bangsanya.
(Red)








