Teks foto : Parmanto bersama peserta sosialisasi
MOJOKERTO ~ BPBD Kabupaten Mojokerto gencar Lakukan Edukasi dan Simulasi mengenai cara penanganan bencana kepada berbagai elemen masyarakat. Termasuk, di kalangan pondok pesantren.
Kegiatan edukasi dan simulasi penanganan gempa di Kampus UHC adalah program mitigasi bencana untuk melatih santri dan pengurus agar tanggap darurat. Biasanya, program ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna meminimalisir korban jiwa mengingat pesantren sering memiliki asrama berkapasitas besar.
Adapun Edukasi dan Sosialisas tentang Penanganan Bencana, Edukasi mengenai potensi gempa bumi dan jalur patahan di wilayah setempat, pemahaman pentingnya tetap tenang saat terjadi guncangan agar evakuasi berjalan tertib.Penilaian Kondisi Darurat: Pemilahan area aman di dalam ruangan (seperti di bawah meja) dan area terbuka di kompleks pesantren
Melatih santri untuk langsung bersujud, melindungi kepala/leher menggunakan tas atau tangan, dan berpegangan pada benda kokoh hingga guncangan berhenti.Evakuasi Tanpa Panik: Berjalan cepat tanpa berlari menuju titik kumpul dengan melindungi kepala
Peringatan Diri: Simulasi merespons bunyi sirine atau kentongan darurat sebagai tanda gempa.Tim khusus dari santri (seperti Satgas Santri Siaga Bencana) mempraktikkan pencarian korban luka di dalam kamar asrama. Serta, meninjau kembali apakah rute keluar dari gedung asrama dan masjid sudah bebas hambatan.Pembentukan Protokol Tetap (Protap): Menentukan peran spesifik setiap pengurus ponpes (Kyai, ustadz, dan keamanan) saat bencana terjadi
Parmanto Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menerangkan, pihaknya gencar melakukan kegiatan edukasi simulasi penanganan gempa kepada berbagai elemen masyarakat. Salah satunya di Pondok Penantren Amanturumah Desa Pacet,
“Materi yang diberikan ke para santri melibatkan tentang pengetahuan gempa bumi, kemudian lempengan potensi gempa di Mojokerto,
kemudian pengetahuan cara penanganan ketika terjadi gempa di ruang kelas, juga
kemudian menuju ke luar dari ruangan atau evakuasi sampai pada penanganan kurban, jika terjadi kurban jatuh atau kurban luka oleh petugas dari PMI Pondok Pesantren..
Harapannya biar para seswa, para santri, khususnya para petugas pramuka yang ada di Pondok Amanatul Ummah
atau Universitas Abdul Chalim itu bisa mengatasi sendiri atau mandiri
sehingga untuk pengurangan risiko bencana bisa dimaksimalkan,” jelasnya.(rh)








