BANYUMAS — Kontingen penari Kabupaten Banyumas jawa tengah .menyelesaikan persiapan penampilan tari Kelana Lengger yang akan ditampilkan pada upacara penurunan bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, 17 Agustus 2026. Karya tari ini disiapkan khusus untuk menampilkan identitas budaya Banyumas dalam agenda kenegaraan tersebut.
Koreografer sekaligus pelatih kontingen, Rianto, menjelaskan bahwa Kelana Lengger menggambarkan perjalanan sejarah kesenian lengger dari masa ke masa. Karya ini memadukan unsur lengger, banceran, serta ebeg atau kuda kepang, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Banyumasan kepada generasi muda.
“Kelana ini adalah sebuah siklus perjalanan tentang lengger. Bagaimana perjalanan sejarah lengger dari zaman ke zaman dan dari generasi ke generasi semakin mengalami perubahan,” ujar Rianto.
Tarian ini tetap mempertahankan karakter asli kesenian Banyumasan, terlihat dari gerakan lengger dan ebeg, gerakan pasangan, hingga ciri khas gerakan ngerayung. Unsur tradisi juga diperkuat melalui kostum khas, irama musik calung, serta lirik yang mengangkat identitas Banyumas.
Persiapan berjalan dalam waktu singkat. Seleksi penari dilakukan pada 6–7 Agustus 2026, dan langsung dilanjutkan latihan intensif mengejar materi koreografi serta pola lantai sebelum keberangkatan ke Jakarta pada 12 Agustus 2026.
Rianto menyampaikan, Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten yang dipilih untuk tampil pada sesi penutup upacara, dengan durasi tampil lima menit. Hal ini menjadikan kesempatan tersebut sangat istimewa.
Kontingen terdiri dari sekitar 100 penari berusia 15–25 tahun, serta pelatih dan petugas pendukung sehingga total berjumlah sekitar 120 orang. Para penari dipilih dari berbagai sanggar dan sekolah seni di Banyumas.
Menurut Febrian, perwakilan penari, tantangan terbesar adalah menjaga stamina dan konsentrasi mengingat waktu latihan yang hanya sekitar tiga hari. Meski begitu, semangat seluruh anggota tetap tinggi. Ia pun mengaku bangga menjadi bagian delegasi, terlebih ini pengalaman pertamanya tampil di Istana Negara.
Selain Kelana Lengger, penampilan juga akan memadukan tari Baladewa, tarian gagah putra yang dibawakan penari laki-laki dan perempuan dalam satu rangkaian pertunjukan.
Rianto berharap penampilan ini menjadi momentum memperluas pengenalan budaya Banyumas secara nasional, sekaligus membangkitkan minat generasi muda mempelajari dan melestarikan kesenian tradisional. Kontingen dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 12 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian persiapan akhir.
Sabar eko







