News  

Dalam Rangka Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Gencar Sosialisasi Program Bangga Kencana

Teks Foto : Lucy Kurniasari memberikan penjelasan kepada para peserta sosialisasi

Surabaya,- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tande, Sabtu Pagi (03/10/2026).

Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Dra. Lucy Kurniasari Anggota DPR– RI Komis IX, Dra. Sofia Hanik, MM. selaku Penata KKB Ahli Madya, Ketua Tim Kerja Pembangunan
Keluarga Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Mira Mardiana, S.KM., M.M selaku Ketua
Tim Kerja Dalduk KS DP3AP2KB Kota Surabaya.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Wakil ketua Komisi IX DPRRI Dra. Lucy Kurniasari.

Dalam sambutannya, Ning Lucy sapaan akrabnya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan.

“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis
Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif kita semua, “jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Sofia Hanik, M.M., menyampaikan bahwa keluarga merupakan episentrum utama dalam pembangunan kualitas manusia. Oleh karena itu, investasi pengasuhan dan kesehatan keluarga harus dibangun secara terencana dari hulu pada setiap tahapan kehidupan. Fokus Program Unggulan Berbasis Tahapan Kehidupan.

“Dalam upaya mengatasi berbagai masalah kependudukan-seperti pengendalian pertumbuhan penduduk, stunting, pernikahan dini, hingga isu fatherle ss Kemendukbangga /BKKBN menghadirkan serangkaian program prioritas”, terangnya.

Transformasi Lembaga dan Sinergi Mitra, Transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bukan sekadar perubahan nama, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pondasi utama kemajuan bangsa. BKKBN Jatim mengajak seluruh mitra kerja, akademisi, media, dan elemen masyarakat untuk berkolaborasi secara berkesinambungan di tahun 2026.

Sementara itu, Mira Mardiana menambahkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) secara masif memperkuat ketahanan keluarga remaja. Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) muda yang berkualitas, berdaya saing, dan tangguh guna menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.

“Berdasarkan data kependudukan, sekitar 60% penduduk Kota Surabaya berusia di bawah 40 tahun. Potensi bonus demografi ini dinilai sebagai momentum berharga untuk mempercepat pembangunan manusia, menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya,” ungkapnya.

KEMANGI: Inovasi Edukasi Terpadu Remaja dan Orang Tua Guna menjawab berbagai tantangan dunia remaja modern-seperti perubahan fisik dan emosi, tekanan media sosial, perundungan, hingga risiko pergaulan bebas dan NAPZAPemkot Surabaya menghadirkan program inovasi kewilayahan bernama KEMANGI (Kelas Remaja-Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri Kota Surabaya).

Program KEMANGI dirancang untuk mengintegrasikan layanan keluarga hingga ke level akar rumput di 153 kelurahan dan 31 kecamatan di Surabaya. Program ini menyasar remaja berusia 13-18 tahun beserta orang tua mereka untuk mendapatkan edukasi komprehensif. (rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *