MOJOKERTO – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Mojokerto Raya menggelar acara tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhum Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Drs. H. Fathan Subchi, M.AP., yang tutup usia saat menjalankan tugas negara di Rusia. Menariknya, acara spiritual ini tidak digelar di musholla atau tempat keagamaan, melainkan digelar di aula pertemuan Pasar Kliwon Kota Mojokerto.
Ketua PC IKA PMII Mojokerto Raya, Hidayat, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini membawa misi ganda: mendoakan almarhum sekaligus mengetuk pintu langit untuk kesuksesan para pelaku usaha mikro. “Sengaja kita menggelar kegiatan ini di Pasar Kliwon untuk mendukung geliat pasar tradisional dan mengembalikan kejayaan Pasar Kliwon di Kota Mojokerto,” jelas Hidayat.
Hidayat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini menekankan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. “Perputaran ekonomi 96 persen itu ditopang oleh UMKM. Maka kalau UMKM-nya berhenti, ekonomi di Indonesia akan berhenti,” tegasnya di hadapan para jamaah yang duduk lesehan membaur di aula pertemuan pasar.
Langkah IKA PMII ini mendapat apresiasi penuh dari para pedagang. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kliwon, Nanang Fathur Rozi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Nanang, acara ini memberikan napas segar bagi para pedagang mikro yang tengah berjuang keras menghidupkan kembali Pasar Kliwon, yang sempat menjadi ikon pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto pada era 1980 hingga 1990-an.
Nanang memaparkan, perjuangan membangkitkan pasar legendaris ini tidaklah mudah. Berubahnya perilaku masyarakat yang kini banyak beralih ke belanja online, serta dibukanya sejumlah pusat ekonomi baru seperti di kawasan Jalan Benteng Pancasila, menjadi tantangan berat bagi kelangsungan Pasar Kliwon.
Menghadapi situasi tersebut, Nanang menekankan bahwa pedagang harus terus kreatif dan berinovasi. Saat ini, tercatat ada 18 lapak yang bertahan beroperasi di Pasar Kliwon, menawarkan berbagai macam kebutuhan mulai dari makanan dan minuman, hingga persewaan baju.
Tak sekadar memberikan imbauan, Nanang sendiri mempraktikkan langsung upaya kreatif tersebut. Di samping menjalankan usaha utamanya sebagai penjual alat elektronik dan IT, ia juga mengambil inisiatif mengembangkan sebuah kafe di area pasar. Langkah ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi anak muda dan masyarakat umum untuk kembali berkunjung dan meramaikan pasar Kliwon.
Melalui doa bersama yang juga diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng ini, diharapkan kolaborasi antara elemen masyarakat dan UMKM dapat terus terjalin. Setiap pintu rezeki bagi 18 lapak yang ada diharapkan semakin terbuka, mengembalikan denyut nadi Pasar Kliwon sebagai pusat perputaran ekonomi yang tangguh di Kota Mojokerto.








