Keterangan Foto : Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto KH Muchid SH.
Pungging, 18 Oktober 2026 — Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pungging resmi dibuka pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026, bertempat di Pondok Pesantren Sabulul Muttaqin, Kalipuro, Pungging. Tema yang diusung: “Meneguhkan Khidmah, Mempererat Ukhuwah, Mewujudkan Nahdlatul Ulama yang Mandiri dan Bermartabat.”
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH. Muchid, S.H., beserta jajarannya, para pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam dan Pondok Pesantren Sabulul Muttaqin, pengurus MWC NU Pungging, serta perwakilan seluruh badan otonom dan lembaga di lingkungan NU se-Kecamatan Pungging.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH. Muchid, S.H., menegaskan bahwa konferensi merupakan musyawarah tertinggi organisasi yang memiliki dua tujuan utama: menilai pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, dan menyusun arah serta program kerja untuk lima tahun ke depan.
“Jangan sampai seseorang menjadi ketua namun belum memiliki program yang jelas. Setiap pemimpin wajib memiliki program yang bisa dipertanggungjawabkan setiap tahun,” tegasnya.
KH. Muchid juga menjelaskan perubahan mekanisme pemilihan pengurus sesuai hasil Muktamar terbaru, khususnya Pasal 45 huruf D yang mengutamakan musyawarah mufakat. Jika belum tercapai kesepakatan, maka dilakukan pencalonan dengan batasan maksimal lima calon.
Sementara itu, tuan rumah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sabulul Muttaqin, Dr. KH. Abdurrokhim, S.H., M.H., menyambut baik terselenggaranya konferensi di lingkungan pesantren yang diasuhnya. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan memperkuat kebersamaan warga NU di wilayah Pungging.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Pungging, KH. Afan Faizin, M.Pd., dalam laporan pengurus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama masa bakti sebelumnya. Ia secara terbuka mengakui masih terdapat kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan tugas, serta memohon maaf sekaligus membuka diri untuk perbaikan bersama.
“Marilah kita perbaiki segala kekurangan dan bangun khidmat yang lebih baik untuk NU dan masyarakat Pungging ke depan,” ujar KH. Afan di hadapan para peserta.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian sidang konferensi untuk membahas program kerja dan memilih pengurus baru masa bakti 2026–2031. Semoga MWC NU Pungging semakin maju dan berkah.
Sampai saat berita ini ditayangkan konferensi MWC NU masih berlangsung untuk memilih pengurus MWC NU 5 tahun kedepan. (hr)







