Angkat Isu OTT KPK di ATR/BPN, Cakra Barani Tuangkan Kritik dalam Lagu “20 Koper”

JAKARTA | – Musisi Cakra Barani kembali menyuarakan kritik sosial melalui karya musik. Kali ini, ia merilis single terbaru berjudul “20 Koper” yang mengangkat isu dugaan korupsi yang mencuat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Lagu tersebut dirilis di tengah perhatian publik terhadap OTT KPK di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026. Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah pihak terkait dugaan korupsi dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

KPK juga mengamankan uang tunai dalam rupiah dan valuta asing yang dikemas dalam boks, kardus, dan sekitar 20 koper. Saat itu, KPK menyebut estimasi nilai uang yang diamankan mencapai ratusan miliar rupiah.

Cakra kemudian mengangkat isu tersebut ke dalam karya musik sebagai bentuk kritik sosial sekaligus pengingat agar kasus yang menjadi perhatian publik tidak begitu saja dilupakan.

“Isu-isu ini harus digaungkan terus, supaya masyarakat menolak lupa akan kejadian ini,” katanya.

Cakra menyebut “20 Koper” merupakan salah satu single dalam album “Resilient” Cakra Barani.

“Dari jaman kasus 271 triliun, Pajak, Judol, hingga Perang Dunia kami telah menyuarakan lagu bertema kritik dengan lirik tajam kedepannya akan adalagi,” ungkapnya melalui sambungan WhatsApp kepada wartawan.

Menurut Cakra, musik merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan publik, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan pemerintahan.

“Musik adalah sarana yang paling pas untuk menyampaikan aspirasi dan kritik kepada pemerintahan khususnya di area pelayanan publik,” ujarnya.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *