Seputarindnesia.co.id.Jakarta-
Kepolisian Republik Indonesia secara resmi mengerahkan kekuatan penuh untuk pengamanan turnamen sepak bola bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026. Melalui Operasi Kepolisian Terpusat Garuda Bakti–2026, Polri menggelar Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada Senin, 21 September 2026, guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan.
Apel tersebut dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol. Laksana, selaku Kepala Operasi (Kaops) Garuda Bakti–2026, sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan pengamanan yang berlangsung selama 16 hari, yakni sejak 21 September hingga 6 Oktober 2026. Sebelumnya, pada Jumat, 18 September 2026, telah dilaksanakan Latihan Pra Operasi di Gedung Bareskrim Polri sebagai tahap persiapan teknis.
Secara keseluruhan, Polri mengerahkan 5.641 personel yang ditugaskan meliputi: 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah hukum Polda Metro Jaya, serta 1.705 personel di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Kekuatan ini ditempatkan mengamankan dua stadion utama pelaksana: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Dalam amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan saat apel, ditegaskan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, melainkan terjaminnya keselamatan seluruh pihak — pemain, ofisial, suporter, hingga masyarakat luas.
“Keberhasilan pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat,” demikian isi amanat Kapolri.
Rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri akan berlangsung mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026, diikuti oleh delapan negara yang terbagi ke dalam dua kelompok. Grup A terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura; sedangkan Grup B melibatkan Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Lingkup pengamanan yang disiapkan Polri mencakup kawasan stadion, titik kedatangan peserta, hotel akomodasi, lokasi latihan resmi, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, area parkir, serta objek vital sekitar. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kebutuhan. Selain itu, petugas juga menempatkan pengawasan di ruang digital, serta mengerahkan kemampuan satuan antiteror, penjinak bom (Jibom), sistem anti-pesawat tanpa awak (antidrone), dan tim penanganan kejadian luar biasa/kontinjensi.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesiapan dan kerja sama yang telah terjalin dengan kepolisian sejak lebih dari satu bulan sebelum pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas lembaga berjalan baik dan juga mendapat pengakuan dari pihak FIFA.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri beserta jajaran. Dari FIFA juga sangat mengapresiasi apel gelar pasukan pagi hari ini. Ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan dan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup tahun ini,” ujar Yunus Nusi.
PSSI juga telah menyampaikan rencana kedatangan Presiden FIFA, pimpinan federasi sepak bola negara peserta, serta perwakilan diplomatik yang akan hadir selama turnamen, sehingga pengamanan tamu internasional dapat dipersiapkan secara terpadu.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan seluruh personel yang ditugaskan telah menerima arahan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia juga mengajak masyarakat dan penonton untuk turut menjaga ketertiban.
“Pengamanan disiapkan agar seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami mengajak penonton menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan menjunjung sportivitas selama pertandingan,” pesannya.
Polri menegaskan akan terus memantau situasi hingga berakhirnya turnamen, dan berkoordinasi secara berkala dengan penyelenggara serta pihak terkait guna mengantisipasi perkembangan apa pun.(Aro Ndraha/red).







