Seputarindonesia.co.id. Gunungsitoli-Aksi sekelompok geng motor di wilayah Kota Gunungsitoli dan sekitarnya kian meresahkan warga setelah kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda asal Kecamatan Hiliduho bernisial Z, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh segerombolan pemuda di Jalan Karet, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, pada Rabu (05/08/2026) dini hari,lalu.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala serta sekujur tubuhnya dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. M. Thomsen Nias. Selain melakukan kekerasan fisik, para pelaku juga merampas sejumlah harta benda berharga milik korban sebelum akhirnya melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPC Projo Kabupaten Nias, Darwis Zendrato, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengutuk keras aksi kekerasan jalanan yang dinilai sudah di luar batas kemanusiaan tersebut. Ia mendesak Kapolres Nias dan jajarannya untuk segera mengambil langkah taktis dan menangkap seluruh pelaku.
“Kami meminta kepada Bapak Kapolres Nias beserta jajarannya untuk secepatnya bertindak tegas. Segera tangkap semua pelaku kejahatan gerombolan geng motor ini yang telah berulang kali meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak korban,” ujar Darwis kepada media, Minggu (09/08/2026).
Darwis menegaskan bahwa ruang gerak kelompok motor yang mengarah pada tindakan kriminal harus memperolah perhatian serius dari aparat penegak hukum. Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas ini berpotensi memicu tindak pidana lain yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Bapak Kapolres Nias, tolong jangan lagi diberi ruang dan peluang sedikit pun kepada gerombolan ini untuk berkeliaran bebas. Aktivitas mereka ini sangat rentan berkaitan dengan minuman keras, narkoba, balapan liar, pencurian, pengeroyokan, tawuran, hingga tindakan pembegalan,” tambah Darwis.
Pihak Projo Nias berharap Polres Nias meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan guna mengembalikan rasa aman dan ketertiban umum di wilayah Kota Gunungsitoli dan sekitarnya.
(Aro Ndraha/red).







