Marak Keluhan Makanan Buruk, Wali Murid SPPG Mojokerep Menanggal Ancang-ancang Mogok Ambil MBG

MOJOKERTO – Keluhan soal kualitas penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Penyedia Pangan Gratis (SPPG) Mojokerep, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto memuncak. Wali murid sudah berulang kali melayangkan protes namun tak mendapat tanggapan serius, sehingga kini berencana melakukan aksi mogok ambil makanan sebagai bentuk protes.

Keluhan itu merebak lewat percakapan di grup komunikasi warga dan ulasan di media sosial TikTok. Wali murid menyebut kondisi makanan yang disajikan tidak layak, bahkan ada yang menyebutkan lauk “ompreng” sudah berisi penghuni (serangga) saat hendak diambil.

“Sudah berulang kali kami komplain, tapi tidak ada perbaikan. Malah makin parah, sudah dua kali kami dapat makanan yang kondisinya tidak layak,” tulis salah satu wali murid dalam percakapan grup yang beredar, Rabu (22/7/2026).

Warga berencana mengembalikan seluruh paket makanan yang tidak diambil ke pihak pengelola dalam kondisi utuh, sebagai bentuk penolakan tegas terhadap pelayanan yang dinilai mengabaikan standar kebersihan dan kualitas gizi.

Berbagai informasi yang dihimpun menyebutkan SPPG Mojokerep ini diduga dimiliki oleh anggota DPRD Kabupaten Mojokerto berinisial ED. Saat dihubungi awak media, ZF yang disebut sebagai penanggung jawab SPPG memberikan tanggapan singkat.

“Saya kurang tahu detailnya, saat ini saya sedang di luar Jawa untuk berkabung. Mohon maaf,” ujar ZF singkat sebelum menutup percakapan.

Kasus ini menambah daftar sorotan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Mojokerto, di mana selain soal kualitas makanan, sebelumnya juga marak keluhan soal harga seragam sekolah yang memberatkan. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menindak tegas pihak yang melanggar standar penyelenggaraan program. (ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *