KBP (P) DR.H.M.ZARKASIH,SH.,MH ,MSi
Jakarta, 21 Juni 2026 — Pada 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan genap berusia 80 tahun. Momen bersejarah ini menjadi ajang refleksi panjang perjalanan Bhayangkara sejak lahir di masa awal kemerdekaan 1945, hingga kini tumbuh menjadi institusi utama yang menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selama delapan dekade, Polri menghadapi gelombang tantangan yang berubah bentuk: mulai dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan, penanganan pemberontakan, ancaman terorisme, konflik sosial, hingga kejahatan berbasis teknologi. Banyak anggota gugur dalam tugas sebagai bukti nyata pengorbanan demi ketertiban masyarakat. Di sisi lain, berbagai prestasi juga tercatat — mulai dari pembongkaran jaringan teror dan narkoba, pengamanan demokrasi, penanganan bencana, hingga pengembangan layanan digital yang lebih dekat dengan warga.
Namun sebagai institusi besar yang tersebar di seluruh pelosok negeri, Polri tidak luput dari kritik tajam. Kasus penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik, korupsi, pungutan liar, hingga tindakan oknum yang mencederai rasa keadilan sempat menggerus kepercayaan publik. Di tengah pujian dan penghargaan, masih terdengar hujatan dan cacian — hal yang dalam sistem demokrasi dipandang sebagai kontrol sosial yang penting untuk perbaikan.
Seperti disampaikan dalam pandangan resmi menyambut hari jadi, kepercayaan masyarakat adalah modal utama kepolisian. Senjata maupun kewenangan tidak akan berdaya jika dukungan rakyat menurun. Sebaliknya, ketika kepercayaan tumbuh, sinergi dalam menjaga keamanan akan jauh lebih kuat.
Memasuki usia ke‑80, ada lima arah penguatan yang menjadi fokus:
● Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan
● Menegakkan disiplin dan kode etik secara tegas tanpa pandang bulu
● Memperluas transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses hukum
● Mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan
● Mengoptimalkan teknologi guna mempercepat dan memperluas jangkauan layanan
Selain itu, Polri diharapkan makin terbuka terhadap kritik, evaluasi, dan pengawasan dari masyarakat, akademisi, media, serta lembaga independen. Institusi yang kuat bukan yang anti‑kritik, melainkan yang menjadikan masukan sebagai sarana belajar dan berkembang.
Dalam semangat peringatan ini, Polri patut bangga atas sejarah pengabdiannya, namun tetap rendah hati mengakui kekurangan yang masih ada. Masa depan Bhayangkara akan ditentukan oleh kemampuannya memelihara dan membangun kembali kepercayaan rakyat.
Selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke‑80 Tahun 2026
“Polri untuk Masyarakat, Profesional dalam Penegakan Hukum, Humanis dalam Pelayanan, dan Berintegritas dalam Pengabdian.”
Semoga Polri makin kuat, bersih, dan dicintai serta dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia.








