Teks foto ; saat sosialisasi Mojokerto Menuju Zero ATS
MOJOKERTO ~ Norman Handhito, S.IP., M.Si. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sangat mendukung penuh program Zero Anak Tidak Sekolah (ATS) diseluruh Kabupaten Mojokerto. Hali itu disampaikannya usai mengikuti sosialisasi Mojokerto Menuju Zerro ATS di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Jum’at (5/6/2026).
“Gerakan “Zero ATS” (Anak Tidak Sekolah) adalah komitmen nasional bersama untuk memastikan semua anak usia sekolah (7–18 tahun) mendapatkan hak pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Di bawah payung hukum Perpres No. 3 Tahun 2026, pemerintah menargetkan penyelesaian penanganan 645 ribu anak tidak sekolah.” kata Norman.
Dukcapil akan membantu dalam melakukan validasi dan sinkronisasi data kependudukan (NIK dan KK) agar anak-anak yang putus sekolah dapat diidentifikasi, diverifikasi, dan diintegrasikan kembali ke dalam layanan pendidikan seperti PKBM atau program bantuan. Nantinya,
Dukungan teknis yang diberikan meliputi:Rekonfirmasi Data Berbasis NIK, seperti memadankan data anak putus sekolah di lapangan dengan data dasar dari Kemendikdasmen, EMIS, dan Data Dukcapil.
“Program Zero ATS (Anak Tidak Sekolah) adalah menuntaskan persoalan putus sekolah dengan memastikan hak dasar setiap anak atas pendidikan terpenuhi, baik melalui jalur formal maupun pendidikan kesetaraan, juga untuk:peningkatan kualitas SDM, dengan membekali anak-anak dengan ilmu dan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi beban masyarakat di masa depan, serta dapat mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara nasional maupun di tingkat daerah.”
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, hadir pula Ning Hana sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan serta OPD terkait.(rh).








