Beranda » Sekawanan Setan Pocong dan Tuyul Bergentayangan Di siang Bolong

PEMALANG – JawaTengah,- Suasana Desa Kebagusan, Kecamatan Ampel gading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada siang hari ( Sabtu, 20/8) mendadak menjadi heboh.

Pasalnya Desa yang biasanya sepi, tiba – tiba menjadi ramai, para warga berlarian, tunggang langgang memenuhi sepanjang jalan, antara perbatasan Desa Kebagusan sampai Desa tetangga Sidokare.

Siang tadi nampak ribuan warga memadati jalanan, menyaksikan Sekawanan setan pocong dan tuyul menari – nari dalam rangka memeriahkan karnaval, hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 77 ( HUT RI KE – 77 ).

Tidak hanya setan dan tuyul yang di mainkan oleh peserta dalam arak – arakan karnaval, nampak pula sekelompok pejuang, dengan menaiki replika Tank Scorpion yang terbuat dari kardus, dengan dibranding cat loreng hijau, sebagai ciri khas kendaraan militer.

Tak ketinggalan ratusan anak – anak, dengan mengenakan kostum Tentara dan polisi ikut menyemarakan acara karnaval rakyat tersebut.

Menurut ketua Panitia karnaval Tantowi Jauhari, selama dua tahun semenjak terjadi bencana covid korona, Karnaval di Desa Kebagusan, tidak bisa dilaksanakan, karena adanya larangan dari Pemerintah, masyarakat selama dua tahun itu pula, terkungkung dalam kejenuhan, aturan protokel kesehatan, semua hiburan dilarang, termasuk karnaval HUT KEMERDEKAAN, hingga setelah angka pandemik peelahan menurun, kini Masyarakat Desa Kebagusan, bisa mengadakan pawai karnaval, yang begitu meriah,diikuti hampir semua warga dari semua RT dan RW yang ada, ” saya sangat bahagia, melihat antusias warga yang begitu tinggi mengikuti karnaval” kata Jauhuri.

BACA JUGA: 

Proyek Siluman Diduga Papan Nama Proyek Pengaspalan Tidak Di Timbulkan

Di tempat yang sama Aurel seorang peserta karnaval mengatakan, setelah tahun kemarin tidak ada karnaval, akhirnya Desa kami kembali ramai, dengan adanya iring – iringan karnaval, yang dilaksanakan siang tadi, berjalan dari tapal batas Desa Kebagusan, sampai Perbatasan Desa Sidokare, lebih kurang lima meter, peserta nampak mengular begitu panjang.

Ragil -74.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *