Oleh : H Afan Faizin MPd, Dosen FIPS Unitomo Digitalisasi telah membawa perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan. Pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak berlangsung melalui interaksi tatap muka dan penggunaan sumber belajar konvensional kini berkembang menuju ekosistem pembelajaran digital yang memanfaatkan platform pembelajaran, multimedia, kecerdasan buatan, sistem manajemen pembelajaran, serta berbagai sumber belajar daring. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga memengaruhi profesi kependidikan, terutama dalam hal kompetensi, peran, pola kerja, komunikasi, dan etika profesional. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara digitalisasi pembelajaran dan transformasi profesi kependidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep dan hasil penelitian mengenai pembelajaran digital, kompetensi pendidik, literasi digital, kecerdasan buatan, serta profesionalisme kependidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memperluas akses terhadap sumber belajar, meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, mendukung personalisasi pembelajaran, serta membuka peluang pengembangan profesional pendidik. Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan akses teknologi, kompetensi digital yang tidak merata, beban administratif, keamanan data, plagiarisme, ketergantungan terhadap teknologi, dan perubahan tuntutan profesional. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran perlu ditempatkan sebagai instrumen pedagogis yang memperkuat peran manusia dalam pendidikan, bukan sebagai pengganti pendidik. Transformasi profesi kependidikan membutuhkan penguatan literasi digital, pedagogi digital, etika teknologi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pembelajaran sepanjang hayat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Kehadiran internet, perangkat bergerak, platform pembelajaran daring, media sosial, sistem manajemen pembelajaran, sumber belajar digital, dan kecerdasan buatan telah menciptakan lingkungan belajar yang berbeda dibandingkan dengan model pendidikan konvensional. Digitalisasi pembelajaran tidak sekadar berarti memindahkan materi pembelajaran dari buku cetak ke layar komputer atau telepon pintar. Digitalisasi membawa perubahan pada cara pengetahuan diproduksi, didistribusikan, dipelajari, dievaluasi, dan dikembangkan. Peserta didik tidak lagi hanya memperoleh pengetahuan dari guru dan buku teks, tetapi juga dari berbagai sumber digital yang tersedia secara luas. Perubahan tersebut secara langsung memengaruhi profesi kependidikan. Guru, dosen, tenaga kependidikan, pengelola sekolah, pengawas, pustakawan, dan tenaga pendidikan lainnya dituntut memiliki kemampuan baru. Pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu mampu memilih teknologi yang sesuai, merancang pengalaman belajar digital, mengelola interaksi peserta didik, memverifikasi informasi, dan menjaga etika penggunaan teknologi. Dengan demikian, persoalan utama digitalisasi pendidikan bukan semata-mata apakah sekolah memiliki komputer, jaringan internet, atau platform pembelajaran. Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan. Digitalisasi yang tidak disertai perubahan paradigma pedagogis dapat menghasilkan pembelajaran yang hanya memindahkan praktik lama ke ruang digital. Sebaliknya, digitalisasi yang dirancang secara pedagogis dapat menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, kolaboratif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik….
News
Bank Jatim Cabang Mojokerto Aktif Mendukung Para Pelaku UMKM
Teks foto : Kantor Pelayanan Bank Jatim Mojokerto Mojokerto ~ Bank Jatim Mojokerto mendukung penuh dan…
Verifikator EHC 2026: Mojokerto Luar Biasa, Bisa Jadi Tempat Belajar Daerah Lain
Kota Mojokerto, 23 September 2026 – Kota Mojokerto mendapat apresiasi dari Tim Verifikator Environmental Health…
Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kal
Kota Mojokerto, 21 September 2026 – Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka…
Mahkamah Konstitusi Kabulkan Gugatan Julianus Halawa, Asuransi Dilarang Ubah Syarat Klaim Sepihak.
Seputarindonesia.co.id. Jakarta- Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan seluruh permohonan uji materi terhadap Pasal 304 Kitab Undang-Undang…
Sukseskan penurunan stunting, Charles Honoris bersama Kemendukbangga gencar sosialisasikan Program Bangga Kencana di Jakarta
Teks foto : Sesi Foto Bersama Jakarta-, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN bersama…
Percepatan penurunan stunting, Kemendukbangga Bersama Komisi IX DPR RI gencar sosialisasi program Bangga Kencana di Jakarta Utara
Teks foto : Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Jakarta-, Kementerian Kependudukan dan…
Kemendukbangga Bersama Komisi IX gencar sosialisasi program Bangga Kencana di Surabaya
Teks foto : Foto Bersama Para Narasumber Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN bersama…
Fire Drill The Alana Malang Tingkatkan Kesiapsiagaan
The Alana Malang menggelar Fire Drill dua kali setahun untuk meningkatkan kesiapsiagaan karyawan. Kenali langkah keselamatan saat berada di hotel. Malang, 18 September 2026 – Fire Drill The Alana Malang kembali dilaksanakan sebagai bagian dari pelatihan keselamatan bagi staf dan karyawan The Alana Hotel & Convention Center Malang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Human Resources ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan tim dalam menghadapi situasi darurat kebakaran melalui simulasi evakuasi, penggunaan jalur evakuasi, dan penerapan prosedur keselamatan yang berlaku. Pelatihan Fire Drill dilaksanakan dua kali dalam satu tahun agar karyawan tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga terbiasa mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Sebelum simulasi dimulai, seluruh staf dan karyawan mengikuti sesi pembekalan yang disampaikan oleh Muhammad Taqwin, perwakilan dari Pemadam Kebakaran Kota Malang. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai kondisi darurat kebakaran, prosedur penanganan awal, proses evakuasi, hingga pentingnya koordinasi antarbagian selama keadaan darurat. Fire Drill Menguji Prosedur Evakuasi Hotel Dalam pelaksanaan Fire Drill, staf dan karyawan mengikuti sejumlah tahapan yang mensimulasikan kondisi darurat secara terstruktur. Materi dan simulasi yang diberikan meliputi: pemahaman mengenai risiko serta penanganan awal kebakaran; prosedur evakuasi saat terjadi kondisi darurat; penggunaan jalur dan titik evakuasi; koordinasi antarbagian selama proses evakuasi; penerapan tindakan keselamatan sesuai prosedur yang berlaku. Pelatihan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk melihat kesiapan tim dalam merespons situasi darurat secara cepat, terarah, dan terkoordinasi. Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama …
Tahu Bakso Aston Mojokerto dan Onde-Onde Jadi Signature
Cicipi Tahu Bakso Rp38.000 nett isi 4 pcs dan Onde Onde Rp48.000 nett isi 5…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

