News  

Siapkan Generasi Emas 2045, Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Perkuat Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja

Teks foto : Penjelasan dari narasumber

Surabaya – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya, Senin siang (05/10/2026).

Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Dra. Lucy Kurniasari Anggota DPR RI Komis IX. Sukamto SE, M.Si selaku Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pendayagunaan Lini
Lapangan – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Ema Agustina, ST., MM. selaku Kabid Dalduk KB KS DP3AP2KB Kota Surabaya.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana.

Diantaranya, disampaikan oleh Wakil ketua Komisi IX DPR RI Dra. Lucy Kurniasari. Dalam sambutannya, Ning Lucy sapaan akrabnya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya percepatan penurunan stunting, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan.

“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis
Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif kita semua.”Jelasnya.

Sementara itu, Sukamto menyampaikan berdasarkan data SSG 2024, angka prevalensi stunting di Jawa Timur berada di angka 14,7%, berada di bawah rata-rata nasional yang mencakup 19,8%. Kabupaten Jember mencatatkan angka prevalensi tertinggi (30,4%), disusul Kabupaten Probolinggo (26,3%) dan Kabupaten Pasuruan (26,1%). Sementara itu, angka terendah dicapai oleh Kabupaten Trenggalek (6,7%) dan Kabupaten Lamongan (6,9%).

Dukungan Program MBG 3B dan Satuan Pelayanan, Dalam mendukung pemenuhan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD) di Jawa Timur telah menjangkau total 1.381.446 penerima manfaat hasil verifikasi kabupaten/kota. Kabupaten Malang (106.008 penerima) dan Kabupaten Sampang (101.443 penerima) menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat tertinggi.

Selain itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur telah mencapai 4.331 unit SPPG Operasional dengan 3.602 unit SPPG 3B (83% dari total operasional). Kota Pasuruan dan Kota Mojokerto mencatatkan capaian operasional SPPG 3B tertinggi sebesar 100%.

“Melalui sinergi bersama seluruh elemen masyarakat dan mitra kerja, BKKBN Jatim berkomitmen terus memperkuat edukasi dan pemantauan gizi sejak dini untuk menciptakan anak sehat dan masa depan Indonesia yang kuat”. terangnya.

Sementara itu, Ema Agustina menambahkan saat ini, sekitar 60% penduduk Kota
Surabaya berusia di bawah 40 tahun. Puncak bonus demografi ini dinilai menjadi momentum krusial yang menentukan masa depan kota.

“Bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya berfokus pada organ fisik semata, melainkan mencakup kualitas hidup utuh sepanjang siklus kehidupan. Hal ini mencakup kesehatan fisik, mental dan psikososial, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan” ungkapnya.

Menjawab Tantangan Remaja Perkotaan, sebagai kota metropolitan dengan mobilitas dan akses digital yang tinggi, remaja Surabaya dihadapkan pada berbagai risiko dan tantangan kompleks. Mulai dari perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak direncanakan, pernikahan usia anak, penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIVIAIDS, masalah kesehatan mental, hingga kekerasan berbasis gender dan perundungan (bullying). (rh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *