News  

Gus Barra Salurkan Bantuan Pertanian Lebih dari Rp3,2 Miliar, Ajak Milenial Masuk Sektor Pertanian

MOJOKERTO ~ Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. (Gus Barra) secara resmi menyerahkan bantuan pertanian senilai total lebih dari Rp3,2 miliar kepada 18 kelompok tani se-Kabupaten Mojokerto. Penyerahan dilakukan dalam acara Pertemuan Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyerahan Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di dipujasera Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, AP., S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan bersumber dari tiga anggaran. Dari APBD Kabupaten Mojokerto dialokasikan dana sekitar Rp1,04 miliar, yang meliputi pelatihan bagi petani milenial senilai Rp50 juta, pemberian ternak ayam, pakan, dan kandang senilai Rp950 juta untuk delapan kelompok tani, serta bantuan itik dan pakan senilai Rp40 juta untuk satu kelompok tani.

Selanjutnya, bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN Kementerian Pertanian RI mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Bantuan tersebut berupa dua unit mesin panen combine harvester senilai sekitar Rp1,18 miliar untuk dua kelompok tani, satu unit traktor roda empat senilai sekitar Rp520 juta untuk satu kelompok tani, serta lima paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai sekitar Rp500 juta untuk lima kelompok tani.

Secara keseluruhan, total bantuan yang diserahkan mencapai lebih dari Rp3,24 miliar. Bantuan ternak ayam dan itik dimanfaatkan oleh sembilan kelompok tani dan 185 keluarga, mencakup 3.700 ekor pullet atau ayam siap bertelur, 6.836 kilogram pakan ayam petelur, serta 370 unit kandang baterai.

Dalam sambutannya, Gus Barra menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi Misi ke-3 Catur Abhipraya Mubarok, yaitu membangun kemandirian ekonomi di semua tingkatan melalui penguatan koperasi, usaha mikro, dan BUMDesa berbasis masyarakat guna mewujudkan keluarga yang sejahtera.

“Kita ingin pertanian menjadi sektor yang produktif, bernilai ekonomi, dan mampu memberikan ruang bagi generasi milenial untuk tumbuh sebagai pelaku usaha pertanian, ungkap Gus Barra.

Gus Barra juga memaparkan capaian produksi pangan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025, yaitu produksi padi mencapai 327.763 ton dengan surplus 95.508 ton, jagung 254.382 ton dengan surplus 224.889 ton, serta produksi telur ayam ras mencapai 10.318.797 kilogram dengan surplus 3.295.635 kilogram.

Ia mengajak generasi muda untuk memandang pertanian bukan sekadar sektor bertahan hidup, melainkan sektor masa depan yang dikelola dengan pengetahuan, teknologi, manajemen, dan inovasi agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Jangan sampai bantuan berhenti pada tahap penyerahan. Harus terus berkembang menjadi usaha yang produktif dan mandiri.” terang Gus Barra

Bupati juga menyoroti alokasi bantuan dari pemerintah pusat senilai lebih dari Rp2,2 miliar yang diterima Kabupaten Mojokerto pada Agustus 2026, yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan dihadiri oleh Forkopimca Gondang, para Kepala Desa, penyuluh pertanian se-Kabupaten Mojokerto, perwakilan perusahaan pakan, serta ratusan perwakilan kelompok tani penerima manfaat. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *