Keterangan Foto : Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Mojokerto Raya Hary Putra.
Mojokerto, 27 Juni 2026 — Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Mojokerto Raya, Hari Putra yang akrab dipanggil Gus Hari, mengutuk secara tegas dan keras aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di depan Gedung Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya tadi malam. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga harus disampaikan dengan cara yang tertib, damai, dan tidak merugikan fasilitas umum maupun keamanan bersama.
“Kami dari TMI, Tani Merdeka Indonesia Mojokerto Raya sangat mengecam keras tindakan anarkis dan kerusuhan yang terjadi. Menyampaikan pendapat itu hak setiap warga negara, tapi tidak boleh merusak, mengganggu ketertiban, atau membahayakan keselamatan orang lain,” tegas Gus Hary Ketua TMI Mojokerto Raya dalam pernyataannya, Sabtu (27/6).
Menurutnya, cara yang paling tepat dan beradab dalam menyampaikan aspirasi adalah melalui dialog, musyawarah, dan jalur hukum yang berlaku. Tindakan merusak justru akan merugikan tujuan perjuangan itu sendiri, serta menimbulkan kerugian materiil dan mencoreng citra gerakan perjuangan rakyat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani dan warga Mojokerto, untuk selalu menjaga sikap dan memilih jalur damai. Jika ada masalah atau tuntutan yang ingin disampaikan, bicarakan dengan kepala dingin dan saling menghormati. Kerusuhan tidak akan menyelesaikan masalah, malah menambah beban baru,” tambahnya.
Ia juga berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas oknum yang terbukti melakukan perusakan dan tindakan anarkis, tanpa memandang latar belakang, agar keadilan dan ketertiban tetap terjaga.
Sebagai organisasi yang memperjuangkan kesejahteraan petani dan rakyat kecil, TMI Mojokerto Raya menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan prinsip kebersamaan, musyawarah, dan perdamaian dalam setiap perjuangan yang dilakukan. (red)












