Pesona Baru Waduk Tanjungan ! Sensasi Bermain Paddle Board, Magnet Wisata yang Memikat Jiwa

Teks foto : Nampak, Hadirnya wahana permainan air baru berupa Paddle Board (papan kayuh berdiri) di Waduk Tanjungan

MOJOKERTO — Sebuah transformasi memikat tengah berlangsung di utara Sungai Brantas. Wisata Waduk Tanjungan yang terletak di pangkuan Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, kini tidak lagi sekadar menjadi tempat persinggahan pelepas penat yang sunyi. Hadirnya wahana permainan air baru berupa Paddle Board (papan kayuh berdiri), sukses menyulap telaga tenang ini menjadi destinasi rekreasi modern yang memacu adrenalin sekaligus menawarkan kedamaian visual bagi siapa saja yang berkunjung.

​Wahana ini mengajak pengunjung untuk berdiri di atas sebilah papan seluncur modern dan mengayuh dayung secara perlahan di atas riak air waduk yang jernih. Seperti yang terpapar jelas dalam dokumentasi visual 256094.jpg, olahraga air yang biasanya identik dengan pantai-pantai tropis di Bali atau Lombok kini dapat dinikmati langsung di tengah rimbunnya pepohonan hijau khas Kemlagi. Daya tarik baru ini terbukti ampuh memikat hati masyarakat luas dari berbagai usia.

Bagi para pencinta petualangan, wahana ini memberikan pengalaman unik yang menantang sekaligus menenangkan.
​Suara Pengunjung: “Seperti Memiliki Dunia Sendiri di Atas Air” ​Antusiasme luar biasa terpancar dari raut wajah para pelancong yang memadati area dermaga waduk. Banyak di antara mereka yang penasaran ingin menguji keseimbangan tubuh di atas papan kayuh tersebut.

​”Rasanya magis sekali. Pertama kali mencoba agak gemetar menjaga keseimbangan, tapi begitu berhasil berdiri dan mengayuh ke tengah waduk, semua kejenuhan langsung hilang. Seperti memiliki dunia sendiri di atas air dengan latar pemandangan alam yang hijau,” ungkap Clarissa (23), seorang pengunjung asal Kota Mojokerto dengan mata berbinar puas.

​Apresiasi Tokoh Masyarakat: Berkah Ekonomi untuk Desa Tanjungan, ​Inovasi penambahan wahana baru ini mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari para tetua dan pemangku kebijakan di tingkat desa. Perkembangan positif ini dinilai membawa angin segar yang nyata bagi roda perekonomian warga seputar telaga.

“Kami selaku tokoh masyarakat Desa Tanjungan sangat bangga dan bersyukur atas terobosan ini. Inovasi Paddle Board membuktikan bahwa Waduk Tanjungan mampu bersaing dengan wisata modern di kota-kota besar. Ini adalah berkah nyata yang membuka lapangan kerja baru bagi pemuda karang taruna kami sebagai instruktur dan pengelola lapangan,” ujar Bapak Supardi, salah satu Tokoh Masyarakat Desa Tanjungan.

​Dampak Positif bagi Warga Kemlagi dan Wilayah “Lor Kali” Tidak hanya berdampak pada internal desa, efek domino dari ramainya pengunjung Waduk Tanjungan juga dirasakan secara masif oleh masyarakat Kecamatan Kemlagi secara umum, khususnya daerah Lor Kali (Utara Sungai). Sektor ekonomi mikro seperti warung makan, kedai kopi, hingga penyewaan fasilitas penunjang wisata mengalami lonjakan omzet harian.

​”Sebagai warga Kemlagi, saya melihat ini adalah langkah yang sangat cerdas. Waduk Tanjungan sekarang memiliki ciri khas unik yang tidak ada di tempat lain di Mojokerto. Imbasnya sangat terasa ke daerah Lor Kali, karena para wisatawan yang pulang dari waduk sering kali menyempatkan diri mampir ke warung-warung warga untuk berburu kuliner atau sekadar beristirahat,” papar Bambang Setyawan (45), warga Kecamatan Kemlagi.

​Dengan manajemen pengelolaan yang kian profesional, pemenuhan standar keselamatan yang ketat (seperti penggunaan safety jacket), serta pesona alamnya yang asri, Wisata Waduk Tanjungan kini bersiap memantapkan posisinya sebagai ikon wisata air unggulan di Kabupaten Mojokerto yang wajib masuk dalam daftar liburan keluarga.(rh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *