Keterangan Foto : Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA, bersama Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dan perwakilan Dinas pendidikan Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, 14 Mei 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mojokerto, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet resmi mensosialisasikan sekolah gratis untuk jenjang MTs/SMP. Sosialisasi ini digelar di Aula Serbaguna KH Abdul Chalim dan dihadiri Kepala Sekolah dan para wali kelas 6 MI, SD se-Kecamatan Pacet dan Trawas, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan adalah hak mutlak setiap warga dan tidak boleh terhalang oleh masalah ekonomi. Ia menegaskan cita-cita yang sudah dicanangkan sejak awal berdirinya lembaga ini: memastikan anak-anak di wilayah ini dapat menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana.
“Dulu kita bertekad dan bersorak gembira atas kemerdekaan. Namun hari ini kita kembali dijajah, salah satunya oleh kekuatan asing yang bereksploitasi, atau bahkan dikuasai oleh oligarki yang menguasai sekitar 70 persen kekuatan negara. Di Mojokerto saja, masalah galian C tak kunjung selesai, ditutup kemarin dibuka lagi hari ini, seakan tak ada rasa takut. Ini bukti bahwa kita masih lemah karena pendidikan dan SDM belum sepenuhnya kuat,” tegas Prof. Asep di hadapan para hadirin.
Menurutnya, kehadiran sekolah gratis ini adalah langkah nyata agar “tidak ada lagi warga Mojokerto yang tidak bersekolah, dan tidak ada yang kesulitan akses kesehatan.” Sekolah yang dibuka ini menjamin kualitas setara dengan standar pendidikan Amanatul Ummah, yang terbukti mencetak ribuan lulusan berprestasi. Sebagai bukti kualitas pendidikan, tercatat 205 lulusan Amanatul Ummah tahun ini telah diterima di berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia.
“Lulusan kami pintar bukan karena kebetulan, tapi karena kualitas guru dan sistem pendidikannya. Mojokerto harus menjadi percontohan pendidikan di Indonesia. Sekolah gratis ini hadir agar mimpi semua anak menjadi sarjana bisa terwujud tanpa terhalang biaya,” tambahnya.
Pihaknya juga berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya memiliki tujuan sangat mulia demi tumbuh kembang anak bangsa.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, yang berhalangan hadir karena tugas luar kota, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Ia mengungkapkan rasa haru dan terima kasih besar atas inisiatif ini, mengingat pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak.
“Sebagai orang yang juga pernah menempuh pendidikan berkat beasiswa di masa orang tua bergaji kecil, saya sangat mengapresiasi langkah ini. Jangan sampai ada anak putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Harapan kami, kualitas lulusan sekolah baru ini bisa menyamai keunggulan lulusan MBI Amanatul Ummah yang sudah dikenal luas,” ujarnya dengan nada haru.
Ia juga meminta para wali kelas untuk menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh orang tua siswa, baik saat pembagian rapot maupun pertemuan wali murid, agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan emas ini.
“Allah Maha Kaya, asal ada niat, usaha, dan doa yang sungguh-sungguh, cita-cita anak-anak pasti tercapai. Program ini sangat luar biasa dan menjadi solusi nyata agar generasi Mojokerto ke depan semakin maju, cerdas, dan bermartabat,” tutup perwakilan Dinas Pendidikan.
Para wali kelas antusias menyambut baik program sekolah gratis ini dan berkomitmen untuk ikut menyebarluaskan informasi tersebut ke seluruh warga di wilayah masing-masing. (red/har).







