MOJOKERTO, 14 Mei 2026 – Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan sosialisasi program beasiswa Kementerian Agama RI tahun 2026. Acara rutin tahunan ini ditujukan bagi para santri dan siswa jenjang MA serta SMA di lingkungan Amanatul Ummah, guna membuka akses informasi peluang pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Koordinator MBI, Gus Ilyas, putra Prof Dr KH Asep Saifudin Chalim MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini memaparkan berbagai skema bantuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), hingga KIP Kuliah. Sosialisasi ini juga melibatkan tim dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk memberikan panduan lengkap kepada para calon peserta.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Seluruh siswa yang sudah diterima di perguruan tinggi wajib mengikuti sosialisasi ini, karena sistem seleksinya cukup ketat. Tahun lalu, sebanyak 15 hingga 20 pelajar dari lingkungan kami berhasil lolos dan menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), yang merupakan kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Haji,” ungkap Gus Ilyas.

Dalam kesempatan tersebut, MBI Amanatul Ummah, menghadirkan narasumber utama, Dr. Ruchman Basori, M.Ag, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI.
Dr. Ruchman Basori menyampaikan bahwa program beasiswa tahun 2026 ini terbuka luas bagi santri, siswa, tenaga pendidik, kependidikan, hingga dosen. Beasiswa mencakup jenjang S1 untuk siswa lulusan tahun ini, serta jenjang S2 dan S3 bagi guru dan tenaga pendidikan. Secara nasional, Kementerian Agama menyiapkan kuota sekitar 1.800 penerima yang tersebar untuk studi di dalam maupun luar negeri.
“Kami tidak menetapkan kuota khusus untuk satu lembaga atau wilayah tertentu. Penetapan penerima murni berdasarkan kualifikasi dan kelayakan peserta, dengan tetap memperhatikan aspek pemerataan di seluruh Indonesia, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah lainnya. Semakin banyak peserta yang memenuhi syarat, semakin besar peluang untuk diterima,” jelas Dr. Ruchman Basori.
Pihaknya berharap, banyak pelajar dari Amanatul Ummah yang mampu bersaing dan lolos seleksi, mengingat potensi besar yang dimiliki para santri. “Target kami jelas, sebanyak-banyaknya siswa berprestasi dari sini bisa mendapat beasiswa. Kami berharap seluruh peserta yang mendaftar dapat lolos dan mengharumkan nama lembaga serta daerah,” tambahnya.
Perwakilan MBI yang turut hadir juga menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai kehadiran langsung Kepala Puspenma sangat penting agar informasi mengenai skema BIB dan PBSB tersampaikan dengan jelas, sehingga peluang santri untuk mendapatkan dukungan biaya pendidikan semakin terbuka lebar. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata mencetak generasi muda yang cerdas, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, (red).







