News  

KBM Di SMK TTB Bantargadung Sukabumi Di Duga Kuat Terkesan Mogok

Sukabumi – Bermula dari adanya dua kepeminpinan kepala sekolah, di Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Taruna Tunas Bangsa yang berlokasi di Jl. Raya Pelabuhan Ratu No.KM.22, RT.4/RW.2, Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (28/02/2026).

Dengan dugaan tersebut yaitu Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa siswi diduga kuat mogok, dipicu yang mengaku pemilik yayasan Taruna Tunas Bangsa inisial I telah mengangkat & menunjuk kepala sekolah baru 2 bulan terakhir inisial C.

Dimana sebelumnya tampa terlebih dahulu dikonfirmasi legal SK kepala sekolah yang lama inisial R. berikut SK dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan selaku unit pelaksana teknis Dinas Pendidikan Provinsi.

Dimana dinas sendiri pungsinya membina, memantau mutu, dan mengelola tata kelola SMK serta SMA/SLB di wilayah kerja tertentu (kabupaten/kota).

Dengan demikian kepala sekolah yang baru berinisial C, tanpa terlebih dahulu menanyakan langsung kepada kepala sekolah yang lama inisial R mengenai jabatannya berikut SK absahnya.

Pada saat dikonfirmasi inisial C dihari sebelumnya oleh wartawan,” ia mengaku selaku kepala sekolah,

” Saya menjabat kepala sekolah, demi menyalamatkan kegiatan KBM di SMK Tarunab Tunas Bangsa, mengingat kepala sekolah yang lama tidak pernah datang kesekolah, sehingga epeknya berpengaruh kepada siswa siswi dan guru yang ada,” jelas inisial C.

Berikutnya saya belum pernah menemui atau dipertemukan oleh pemilik Yayasan Taruna Tunas Bangsa dengan inisial R, meskipun telah mempromosikan diri, Saya pun nanti akan melanjutkan sertijab, semntara sekarang hanya pengondisian penyalamatan KBM saja.

Dan saya sendiri sudah melakukan dana talang untuk Honor para guru meskipun yang sudah terbayarkan 1 bulan yaitu honorium bulan januari 2026 yang seharusnya honor guru tersebut terbayarkan 4 bulan sementara ” bebernya.

Menurut inisial R kepada wartawan mengatakan,” jabatan saya selaku Kepsek di SMK Taruna Tunas Bangsa dianggap berenti oleh yayasan sekitar Desember 2025, epek KBM ini dugaan kuat ulah yang mengaku pemilik yayasan isial I.

Bukan hanya itu ia menganggap saya harus diberhentikan, pada paktanya benar adanya muncul nama kepsek yang baru inisial C, bahkan inisial C sudah melakukan pertemuan dengan guru berikut siswa, yang mana patut di duga inisial C tersebut telah mengambil jabatan tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi saya.

Sehingga tidak hapal persoalan masalah yang terjadi di SMK TTB dan atau tidak mau tau atau pura pura tidak tau, percis prilaku dengan mengaku pemilik yayasan inisial I.

Yang seharusnya ketika akan mengambil alih jabatan tersebut, harus tau duduk persoalan yang sebenarnya, diantaranya terkait kepengurusan yayasan dan lain sebagainya,” terang inisial R

Menuturkan inisial RT, kepada wartawan,” saya dengan inisial R, merasa kecewa akibat ulah dua orang tersebut, sehingga KBM ini terancam mogok, tentu sekali dugaan kuat dampak dari tidakannya kepada ketua yayasan inisial ” S ” sudah meninggal (Alm) saat ini, yang epeknya kuat terhadap kami, sehingga kewenangan kepsek yang diangkat oleh alm tidak di pungsikan.

Dimana inisial S pada AHU Nomor : 0006453.AH.01.04 tahun 2015 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Taruna Tunas Bangsa Sukabumi Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, mutlak selaku ketua kepengurusan, dan Inisial R bagian dari ahli warisnya.

Berbalik kepada KBM, di SMK TTB maka dipastikan kepsek yang baru inisial C belum tau kejelasan SK jabatannya, sehingga ulahnya ini harus bertanggung jawab baik secara hukum atau secara administrasi, dampak dari munculnya kegaduhan kondisi KBM di SMK TTB,” bebernya.

Menurut pengamat publik,” untuk mencapai kejelasan yang sempurna, maju mundurnya kegiatan KBM di SMK TTB tersebut perlu sekali pihak KCD turun langsung, selaku pungsinya, karena dampak dari semua ini siswa juga guru menjadi korban,

Dan perlu sekali KCD dikonfirmasi, agar pihak pihak yang terkait dipanggil, dan diputuskan langsung olehnya, agar kondisi KBM di SMK TTB berharap berjalan lancar dan ada kejelasan seperti sebelumnya,” tutup MD

(Reporter : Muhtar Bahtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *