Seputarindonesia.co.id. Tangerang- Polresta Tangerang Polda Banten berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Jalan TPU Sarongge RT 005 Rw.005 Talaga Bestari, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.
Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Tangerang Kombes pol. Baktiar Joko Mujiono saat menggelar konferensi Persnya di Kantor Mapolresta Tangerang, Kamis (10/10/2024).
Pelaku pembunuhan terebut merupakan pasangan suami istri berinisial SF (34) dan RY (33), warga Kampung Sarongge, RT 004 Rw.006, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, paparnya.
Kapolres Kombes Pol.Baktiar mengatakan bahwa antara pelaku RY dan korban S saling kenal saat mereka bekerja di PT Tuntek. Keduanya menjalin hubungan asmara meski mereka sudah berkeluarga dan pernah melakukan hubungan badan layaknya suami istri, terangnya Kapolres.
Tambahnya Kapolres menjelaskan bahwa mayat korban S ditemukan di Jalan TPU Sarongge RT 005 Rw.005 Talaga Bestari, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang pada Senin 07 Oktober 2024 malam lalu ,dan kedua Pelaku berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang Polda Banten.
Kapolres Baktiar menguraikan kronologis singkat bahwa pada beberapa bulan yang lalu ,korban S mendatangi rumah pelaku RY yang pada saat itu suaminya tidak ada di rumah. Saat itu Korban melakukan hubungan terlarang layak suami istri dengan RY. Namun hubungan terlarang ini akhirnya diketahui oleh suaminya yaitu tersangka SF hingga terjadilah cekcok mulut dengan membanting handphone RY,” Ucap Baktiar.
Atas kejadian tersebut pelaku RY pun meminta maaf karena telah berselingkuh dengan korban. Namun suaminya mengatakan “aa sakit hati neng, dia udah ngelecehin neng, dan sudah menginjak-injak harga diri aa, jadi aa belum tenang kalau dia belum mati”. Kemudian dijawab oleh istri “iya a”.
Selanjutnya, pasangan suami istri itu pun merencanakan untuk membunuh korban dengan cara membeli satu unit handphone merk Nokia berikut sim card baru yang digunakan untuk mengajak korban bertemu, dan akan dibuang setelah aksinya selesai.
“Kemudian pelaku RY menghubungi korban untuk bertemu di TKP dan kedua pelaku merekayasa seolah-olah tidak mengenali karena korban tidak mengenali wajah pelaku SF,” tuturnya.
Pelaku RY dan korban akhirnya bertemu dan mengobrol, Pelaku juga menanyakan sebuah video namun dijawab korban dengan kata-kata kasar “belum saatnya, jangan sok suci dasar Jablay”.
Pelaku RY yang marah kemudian mendorong korban yang sedang berada di sepeda motornya hingga terjatuh, Pelaku juga langsung mengeluarkan sebilah pisau dan akan ditusukkan ke bagian perut korban namun hanya melukai tangannya.
“Kemudian suaminya langsung datang dan mengambil pisau yang dipegang istrinya dan langsung menusuk korban di bagian dada dan perut hingga korban berlumurkan darah,” jelasnya.
Usai menusuk korban, kedua pelaku langsung kabur dan membuang handphonenya ke sebuah danau untuk menghilangkan jejak.
Sementara, pihak kepolisian Pasar Kemis yang mendengar adanya kejadian tersebut langsung mendatangi TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban mengalami luka tusuk pada bagian dada dan perut selanjutnya korban dibawa ke RSUD Balaraja guna dilakukan visum luar dalam/otopsi,” ujarnya.
Mengetahui informasi tersebut Team Gabungan Satreskrim Polresta Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Pasar Kemis yang dipimpin oleh Kompol Pol.Arief Nazaruddin Yusuf dan dan AKP. Pol. Syamsul Bahri beserta anggota langsung mencari pelaku.
“Yang akhirnya pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan oleh saksi berhasil diamankan, berikut barang buktinya sudah dibawa ke Polsek Pasar Kemis guna pengusutan lebih lanjut,” tandasnya.
Keduanya Pelaku diamankan diduga melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP dan atau 340 KUHP terhadap korban berinisial S (42), warga Kampung Cibadak RT.18 Rw.07, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.( Pewarta : Iwan fs)







