Teks foto ; Kantor Dispendik Kab Mojokerto
Mojokerto ~ Sumber resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto membantah keras, tentang adanya pemberitaan menyebut Dispendik sebut angka keracunan MBG pelajar.
Dispendik menyangkal tidak pernah menyebut angka keracunan MBG. Dispendik menghimbau kepada para kepala sekolah dan guru untuk memantau dan mengecek makanan bergizi gratis (MBG) sebelum dibagikan ke siswa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kasus keracunan makanan tidak terulang lagi.
“Kami meminta kepada sekolah sekolah penerima MBG, Kepala Sekolah maupun gurunya harus mengecek dan meneliti makanan MBG sebelum dibagikan ke anak anak. Hal itu, untuk mencegah keracunan makanan, terutama setelah adanya kasus keracunan sebelumnya, dan memastikan makanan yang disajikan aman, sehat, bergizi, serta sesuai standar. Kami sangat mendukung penuh program MBG ini.
Disamping itu, sebaiknya anak anak yang akan berangkat sekolah, terlebih dahulu untuk sarapan dulu. Agar, dalam proses pembelajaran daoat menerima pelajaran dengan baik. Sebab, terkadang siswa mengabaikan sarapan pagi dari rumah sebelum berangkat sekolah. Sekali lagi, Dispendik tidak pernah membuat pernyataan dengan menyebut angka mengenai dugaan keracunan makanan MBG,” tegas Sumber Resmi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, Bupati Mojokerto H Muhammad Al Barra membantah data pasien yang beredar sepihak di media sosial dan membeberkan angka.
Menurutnya, total pasien yang terkena dampak dan dirawat adalah 411 orang. Penanganan kasus dimulai sejak 10 Januari dengan pembukaan Posko penanganan cepat di Pondok Pesantren Annur, yang dipilih karena menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Masyarakat sekitar dapat mendapatkan penanganan di posko atau rumah sakit; jika kondisi memburuk, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki tempat kosong di Kabupaten Mojokerto.
Penerimaan pasien dengan keluhan keracunan MBG telah ditutup karena masa inkubasi sudah lewat. Saat ini, sebanyak 334 pasien telah pulang, sedangkan 77 pasien masih dalam perawatan. (rs)












