Kader Nasdem Mojokerto Demo Tolak Pemberitaan Tempo, Tuntut Minta Maaf ke Surya Paloh

MOJOKERTO – Ratusan kader Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPD Partai Nasdem setempat. Aksi ini merupakan bentuk penolakan dan kekecewaan mendalam atas pemberitaan yang dimuat oleh majalah Tempo yang dinilai melecehkan dan menyudutkan Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh.

Dalam orasinya, perwakilan massa menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak hanya menyerang figur pribadi, tetapi juga melukai hati seluruh kader partai di seluruh Indonesia.

Lestari Ketua aliansi yang juga koordinator Aksi, merasa sangat tersinggung dengan muatan di majalah Tempo yang melecehkan Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh,” ujar Lestari, Ketua Aliansi sekaligus Ketua DPC Kecamatan Trawas, kepada awak media.

Massa menyampaikan tuntutan utama agar majalah Tempo segera meminta maaf secara resmi.

1. Meminta maaf secara pribadi kepada Bapak Surya Paloh, baik secara tertutup maupun terbuka.
2. Meminta maaf secara resmi kepada seluruh kader Partai Nasdem di Indonesia yang merasa hatinya tersakiti.

“Kami tidak ingin membunuh karakter, tapi kami ingin keadilan dan sikap profesional dalam jurnalistik. Apa yang ditulis dan divisualisasikan itu membuat kami sakit hati karena dianggap menyudutkan dan membuat framing negatif terhadap beliau,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto, Muhammad Dhofir, membenarkan bahwa aspirasi ini merupakan suara hati para kader yang menanggapi tulisan yang terbit tiga hari lalu.

Menurutnya, Surya Paloh bukan sekadar nama, melainkan simbol dari Partai Nasdem. Sehingga, apa yang menyudutkan beliau secara otomatis melukai perasaan seluruh kader.

“Visualisasi dan tulisan-tulisan itu dianggap tidak proporsional dan menyakitkan. Beliau adalah simbol partai, maka apa yang menimpa beliau, itulah yang kami rasakan,” jelas Dhofir.

Dijelaskan lebih lanjut, aspirasi dan kemarahan kader di tingkat kabupaten ini tidak akan berhenti di sini. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi ke tingkat DPW (Daerah) untuk kemudian diteruskan ke DPP (Pusat).

“Nanti akan disampaikan agar bisa dibawa ke Dewan Pers, agar ada penyelesaian yang adil dan sesuai dengan prinsip jurnalistik yang benar,” pungkasnya.

Aksi berjalan tertib dan damai dengan membawa berbagai spanduk serta poster yang menolak pemberitaan yang dinilai tidak objektif tersebut. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *