Pebayuran Bekasi – Proyek pemeliharaan utilitas berupa pembangunan pemagaran di SDN 01 Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini menuai sorotan keras. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp196.212.000 itu diduga dikerjakan asal jadi dan terancam gagal konstruksi akibat lemahnya pengawasan di lapangan.
Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan. Akar pohon besar masih terlihat dibiarkan menumpuk di area pekerjaan tanpa dilakukan pengangkatan maupun pembersihan maksimal. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan kualitas dasar konstruksi.
Ironisnya, proyek yang seharusnya menjadi penunjang keamanan lingkungan sekolah justru diduga dikerjakan secara serampangan. Publik pun mempertanyakan fungsi pengawas dan konsultan proyek yang dinilai seolah hanya berdiam diri melihat pekerjaan berjalan tanpa kontrol ketat.
Korwil Ampuh Indonesia, Nendi, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab munculnya dugaan pekerjaan asal-asalan.
“Ini proyek sekolah, bukan proyek liar tanpa aturan. Akar pohon besar masih dibiarkan begitu saja, ini sangat fatal untuk kualitas pondasi pagar. Kalau dasarnya saja sudah amburadul, bagaimana kekuatan bangunannya nanti? Ini bisa berpotensi gagal konstruksi,” tegas Nendi, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pengawas dan konsultan proyek diduga gagal menjalankan fungsi kontrol terhadap pekerjaan di lapangan. Ia bahkan menyebut pengawasan proyek seperti hanya formalitas administrasi semata.
“Kami mempertanyakan fungsi pengawas dan konsultan. Jangan sampai hanya datang tanda tangan lalu menghilang. Fakta di lapangan jelas terlihat pekerjaan diduga tidak maksimal. Kalau seperti ini dibiarkan, masyarakat bisa menilai ada pembiaran dalam proyek pemerintah,” kecamnya.
Nendi juga mengingatkan bahwa proyek yang menggunakan uang negara wajib mengedepankan kualitas, transparansi, dan profesionalisme. Ia meminta dinas terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum proyek tersebut menjadi polemik lebih besar.
“Jangan sampai anggaran ratusan juta habis, tapi hasil proyek memalukan. Ini sekolah, tempat pendidikan anak-anak, bukan tempat coba-coba pekerjaan asal jadi. Kalau ditemukan pelanggaran atau pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, wajib ada tindakan tegas,” sambungnya.
Sorotan publik terhadap proyek pemagaran SDN 01 Karangreja kini semakin tajam. Warga berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap berbagai dugaan kejanggalan yang muncul dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana PT Tirta Swantara maupun pihak pengawas proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan dan potensi gagal konstruksi pada kegiatan utilitas tersebut.
(Rilis Ampuh Indonesia)
(Ling)







