Seputarindonesia.co.id. Jakarta- Seorang Tokoh Pemuda Nias di Jakarta bernama Yusman Dawolo sering disapa Bang YD sangat Mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungsitoli DR.Firman Halawa,S.H.,M.H. dan Jajarannya dalam mengusut Tuntas Skandal Korupsi yang menggurita di Nias.
Menurutnya Bang YD bahwa Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, ia adalah kejahatan yang merusak fondasi kehidupan berbangsa. Dampaknya tidak hanya terlihat dalam angka kerugian negara, tetapi menjalar jauh ke dalam kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Karena itu, sikap tegas terhadap para koruptor bukan pilihan, melainkan keharusan. Yusman Dawolo (Bang YD) menanggapi korupsi yang terjadi di Pulau Nias, tersebut.
“Setiap rupiah yang dikorupsi sejatinya adalah hak rakyat yang dirampas. Ketika anggaran pendidikan diselewengkan, generasi muda kehilangan masa depan. Ketika dana kesehatan dikorupsi, nyawa menjadi taruhannya. Korupsi menciptakan lingkaran kemiskinan yang sulit diputus.” Ujar Bang YD melalui siaran pers tertulisnya kepada Media di Jakarta,Jum’at (08/05/2026).
Dalam konteks ini, dukungan penuh patut diberikan kepada Kejari Gunungsitoli untuk berdiri di garis depan pemberantasan korupsi.
“Kajari Gunungsitoli DR.Firman Halawa,S.H.,M.H.harus berani, tidak gentar, dan tidak tunduk pada tekanan apa pun, baik dari kekuasaan, relasi, maupun kepentingan politik. Rakyat menunggu keberanian itu, bukan sekadar retorika, tegasnya Bang YD.
Penegakan hukum harus menyasar siapa pun tanpa pandang bulu. Tidak ada “orang kuat”, tidak ada “orang kebal hukum”. Justru mereka yang memiliki kekuasaan lebih besar harus ditindak lebih tegas ketika terbukti menyalahgunakannya.” Kata Bang YD.
“Jika korupsi diberantas dengan tegas, maka yang tumbuh adalah kepercayaan, keadilan, dan kemajuan yang berkelanjutan serta kesejahteraan yang merata.” Tutup Bang YD mengkahiri. (Aro Ndraha/red).







