Mojokerto ~ Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mojokerto berkomitmen penuh mendukung program Catur Abhipraya Mubarok, terutama pada misi kedua yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan berkeadilan. Implementasi ini mencakup peningkatan kesejahteraan guru swasta, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan pemberian beasiswa untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang tangguh.
Catur Abhipraya Mubarok adalah visi-misi dan program unggulan lima tahun (2025-2029) yang diusung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur. Program ini fokus pada digitalisasi layanan, pemerataan kesehatan-pendidikan, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM dan pariwisata.
Sedangkan, Catur Abipraya Mubarok untuk pendidikan, khususnya poin kedua, adalah komitmen Pemkab Mojokerto di bawah kepemimpinan Gus Barra-Dokter Rizal untuk mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter, diimplementasikan melalui beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu berprestasi untuk meratakan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
Berikut adalah poin-poin utama terkait Catur Abipraya Mubarok untuk pendidikan. Sebagai wujud nyata visi kedua Catur Abipraya Mubarok untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Fokus Program: Memberikan beasiswa kepada ratusan mahasiswa kurang mampu namun berprestasi di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta Radar.
Tujuan utama: Mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menekan angka putus sekolah di Kabupaten Mojokerto
“Kami sangat mendukung dan pro aktif terhadap Catur Abhipraya Mubarok. Hal itu sebagai upaya untuk pemerataan pendidikan, juga memaksimalkan akses pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Termasuk, upaya peningkatan kesejahteraan, dengan fokus pada kesejahteraan tenaga pendidik, juga program inovasi dengan menjalankan 11 program unggulan yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pembangunan SDM, serta menyalurkan beasiswa dan penghargaan kepada peserta didik sebagai perwujudan SDM cerdas dan terampil,” Amsar Azhari Siregar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (3/2/2026).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik swasta. Melalui Dinas Pendidikan, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa mengucurkan bantuan hibah insentif senilai Rp1,3 miliar kepada Guru dan Pegawai Tetap Yayasan (GTY/PTY) yang mengabdi di lembaga Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta se-Kabupaten Mojokerto.
“Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditopang oleh sekolah negeri, tetapi juga oleh peran besar guru dan pegawai yayasan di sekolah swasta,” ujar Bupati, yang akrab disapa Gus Barra.
Pada tahun anggaran 2025 ini, insentif disalurkan kepada tenaga pendidik swasta di dua jenjang pendidikan. Untuk jenjang SMP, insentif diberikan kepada 607 orang dari 72 lembaga sekolah. Masing-masing menerima Rp300.000,00 per bulan selama lima bulan, dengan total anggaran sebesar Rp 910.500.000,00.(ris)





