News  

Desa Balongmasin Gulirkan Program SEHATI, Untuk Tekan Stanting

MOJOKERTO ~ Sebagai wujud upaya dalam menurunkan angka stunting, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus gencar dalam menggulirkan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI). Kali ini, program SEHATI yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menyasar anak-anak ibu balita di Desa Balongmasin Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, 10/10/2023.

Bupati Ikfina, dalam sambutannya menegaskan, balita di Kabupaten Mojokerto tidak boleh ada yang stunting. Maka, salah satu upaya agar balita terhindar dari stunting, yakni kenaikan berat badan balita harus sesuai dengan grafik yang ada di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta memberikan kecukupan gizi dan makanan terhadap balita.”Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasanya 20 persen di bawah rata-rata,” jelas Bupati Ikfina.

Dalam memberikan pemenuhan gizi kepada Balita, Bupati Ikfina mengatakan, supaya para orang tua memberikan makanan kaya protein seperti ikan, ayam, telur, dan daging. “Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia di bawah dua tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan lima tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelas Bupati Ikfina.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto itu juga berpesan, agar para remaja di Desa Balongmasin tidak melakukan pernikahan usia dini. Karena hal tersebut, beresiko melahirkan bayi stunting. “Jadi yang ideal itu umurnya 21 tahun, karena di umur 21 sudah matang secara fisik dan batin. Jadi kalau usia dibawah 21 tahun itu, rahim belum siap betul dan untuk ibu yang umurnya diatas 35 tahun tolong jangan sampai hamil, karena golongan ini beresiko melahirkan bayi stunting juga,” pesan Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina pun menghimbau, kepada para orang tua supaya juga memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter. “Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam kegiatan, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, dr Ulum Camat Pungging, Kapus Pungging Kapus Watukenongo dan Ketua TP PKK Desa Balongmasin. (har/team).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *