Kalbar,Kab Sintang ~ Di kediaman nya Pak Jisnal Witri salah satu tokoh masyarakat yang juga salah satu koordinator Aksi yang tergabung dalam perwakilan 18 desa ketungau Tengah Kabupaten sintang.

www.seputarindonesia.co.id

pada minggu lalu,mengungkapkan kekesalan nya, pasca demo tentang kondisi jembatan ketungau dua dan jalan merakai – Seputau.Sesuai dengan tuntutan masyarakat yang kami suarakan,dalam salah satu poin telah kami sampaikan lewat surat ke bupati dan DPR D serta PU.

Adalah meminta penjelasan dan keterbukaan pihak pemerintah eksekutif atau legislatif,menjawab di hadapan perwakilan masyarakat tentang masalah yang pernah di jadikan alasan sehingga pembangunan tersebut tidak berlanjut,atau yang di sinyalir mangkrak.

namun sampai detik ini sama sekali tidak ada respon,apakah begini cara pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Cara ini akan memunculkan spekulasi yang liar di tengah masyarakat yg tentunya akan meruntuhkan citra pemerintah itu sendiri.

jangan sampai memperdalam jurang antara masyarakat dan pemerintah. Jangan hanya giliran cari suara saja mau turun ke masyarakat tapi di saat masyarakat memerlukan guna memberikan penjelasan,tidak ada satupun yang muncul. Kami juga tidak minta Bupati yg harus datang minimal kirim utusan begitu juga dengan legislatif sebagai wakil kami saat seperti inilah kami butuh penjelasan dari mereka,sebagai kewajiban dan rasa terima kasih kepada masyarakat yg mana suara masyarakat telah menghantarkan mereka duduk di kursi empuk dengan gaji dan tunjangan yg besar di sertai dg fasilitas mewah.

Jadi dengan sikap dan tanggung jawab yg mereka perlihatkan hari ini kepedihan yang dirasakan masyarakat jelas tidak akan terobati justru sebaliknya semakin mendalam ibarat lagu kau sayat luka baru diatas luka lama.timpal nya seraya mengutip salah satu syair lagu.

Tapi apa mau dikata suka tidak suka ini kenyataan pahit yg harus kita terima sebagai catatan yang harus kami simpan dalam benak kami masyarakat.

Memang kami ada membaca berita di YouTube tanggapan dari ketua dewan dan bupati yang disampaikan oleh sekda,tapi kita kan sama tau seberapa banyak masyarakat yg bisa mengakses berita di YouTube disini terkesan mereka itu se olah-olah bersembunyi,takut menghadapi masyarakat. Tapi sekali lagi cukup hal ini buat catatan bagi kami.

Beranjak ke hal lain yaitu tentang jalan merakai- Seputau,yang sebenarnya dalam tuntutan kami satu paket dg jembatan namun terkesan di kesamping kan dalam respon yg di sampaikan oleh ketua dewan maupun dari sekda selaku penyambung lidah bupati. Padahal klo kita lihat jalan ini sangat vital dan setiap hari di lewati roda 2 maupun roda 4, hanya saja mungkin sedikit berbeda pertanyaan masyarakat Apakah pengerjaan jalan sudah rampung sesuai dengan kontrak dan bistek nya.?

Diketahui,untuk anggaran peningkatan jalan seputau tiga-merakai yang merupakan pusat kota kecamatan, telah menelan biaya skitar 9 milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten sintang tahun 2021 yang di kerjakan oleh PT HENDRA PUTRA MANDIRI,yang beralamat di jlan perdamaian,komp Alam damai I blok B No 6 pal 9,sungai kakap Kabupaten kubu raya provinsi Kalimantan Barat.Apakah benar adanya dana 9 milyar tersebut,masih banyak lagi pertanyaan lain yg beredar menyangkut proyek jalan tersebut yg semakin hari semakin liar,tutur nya

Di beberapa kesempatan Bupati sering berpesan agar masyarakat turut mengawasi proyek-proyek yg masuk di wilayah kab Sintang khususnya Ketungau tengah. Pertanyaannya: Bagaimana mau ngawasi papan proyek saja menurut keterangan masyarakat tidak pernah lihat entah ada atau tidak, apalagi yg namanya bestek ini kan lucu pakai panduan apa masyarakat mengawasi… Sementara yg kita tau papan proyek wajib di pasang di lokasi yang di bangun. Jadi apakah bahasa bupati ini sekedar bahasa lipstik,tinggal jawab sendiri lah, termasuk jg jembatan mungkin papan proyek jatuh kesungai dan hanyut lagi kesintang,.?

Nah kembali ke jalan – seputau merakai,bisa di lihat langsung bahkan dewan-dewan yang dari merakai termasuk Wakil bupati kan sering melewati jalan itu jangan kan Avanza seperti yang pernah di ucapkan bupati,mobil 4 x 4 saja meraung-raung di beberapa titik parah dan syukur-syukur bisa lolos,namun sering kali para sopir tidur di lokasi sampai nunggu ada yg narik,padahal jalan ini sangat dibutuhkan untuk akses ke kota.

Kabupaten,karena ongkos naik mobil jauh lebih murah dan bisa langsung antar-jemput ke tempat.ia juga menambahkan,jika jalan seputau tiga-merakai tidak ada penjelasan,kami bersama perwakilan masyarakat akan menutup jalan,sampai ada penjelasannya.pungkas nya”

Redaksi

Pimred kalbar

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *