Teks foto : sesi foto bersama dengan para narasumber dan ratusan peserta sosialisasi.BKKBN
BEKASI ~ Tak kenal lelah, BKKBN bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI terus gencar melaksanakan sosialisasi program percepatan penurunan stunting diseluruh wilayah indonesia.
Kali ini, BKKBN menggelar sosialisasi percepatan penurunan stunting di Jalan Raya Narogong km.12.5, GG Saon Cikiwul RT.05/06 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jum’at Siang 14 Juni 2024.
Sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta itu, juga menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Dra Wenny Haryanto SH Anggota Komisi lX DPR– RI, Bambang Eko Cahyono SE MSi Perencana Ahli Madya pada Direktorat Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN dan YUSNANDRI PERDANA S Sos Arsiparis Ahli Muda Perwakilan BKKBN Jawa Barat serta Putri Yessi S Si Apt UPTD PP Bantargebang Kota Bekasi.
Diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, sambutan selamat datang disampikan oleh Sundari selaku tuan rumah. Kemudian, acara dilanjutkan penyampaian materi oleh para narasumber. Masing masing narasumber mengajak para peserta dan seluruh masyarakat untuk bersama sama menurunkan dan mencegah stunting.
Seperti yang dijelaskan oleh
Bambang Eko Cahyono Perencana Ahli Madya pada Direktorat Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN, bahwa pentingnya menurunkan dan mencegah stunting. Program percepatan penurunan stunting ini merupakan wujud upaya keras pemerintah pusat melalui BKKBN dalam rangka menurunkan angka stunting di seluruh indonesia. BKKBN terus tingkatkan kinerja untuk melakukan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat luas dalam rangka percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga yang sehat dan berencana,” jelas Bambang.
Dalam kesempatan ini, Bambang juga menjabarkan salah satu program BKKBN yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting atau Dahsat. Rencananya, program Dapur Sehat Atasi Stunting itu akan terdapat dalam Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Nantinya, program Dapur Sehat, nantinya menjadi pusat gizi serta pelayanan pada anak stunting, para ahli gizi telah mengemas dan menyusun menu sehat dengan konsep produk lokal, dengan demikian akan dapat memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan ditengah tengah masyarakat.
“Program Dapur Sehat tersebut telah mencakup berbagai edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui dan Balita. Nantinya, sosialisasi Dapur Sehat ini, akan memberikan kepahaman kepada masyarakat, tentang pangan lokal yang terjangkau, bergizi dan bercita rasa yang dipadukan dengan kegiatan kemitraan. Saya berharap, semua pihak dan masyarakat dapat mendukung program Dapur Sehat, sebab kegiatan itu akan dapat memperberdayakan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. Seperti, yang calon pengantin, ibu hamil, ibu meyusui dan baduta/balita stuting terutama dari keluarga kurang mampu. Untuk itu, mari kita sukseskan program percepatan penurunan stunting dan program Dapur Sehat,” jelas Bambang.
Pemateri berikutkan dari Wenny Haryanto anggota Komisi IX DPR RI, dalam arahan dan penjelasan kepada para peserta, bahwa salah satu cara penanganan Stunting adalah para orang tua supaya melakukan pendampingan bagi para calon pasangan pengantin. Para orang harus selalu memantau perkembangan kesehatan calon pengantin dan pertumbuhan anak-anak balita.
Menurut Wenny Haryanto, ia menghimbau kepada pada calon pasangan pengantin yang hendak menikah, supaya secara rutin memeriksakan kesehatannya, agar kondisi kesehatan dan gizi dirinya calon pasangan dapat terjaga dengan baik. Sebab, nantinya bisa mempengaruhi pertumbuhan kesehatan dan gizi anak yang akan dilahirkannya.
“Bagi para calon pengantin supaya aktif ikut mendukung program penurunan Stunting yang sedang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mari kita bekerja maksimal dalam mengantisipasi dan mencegah secara dini bahaya stunting,” ungkapnya. (Rahmat)







