Sulsel – Berita hasil liputan Porosrakyatnews.id yang mengungkap dugaan aliran dana “setoran rutin” dari bandar narkoba kepada oknum anggota Satuan Reserse Narkoba di wilayah Kabupaten Takalar dan Gowa, pasca operasi besar-besaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan pada Kamis (28/5/2026), telah dihapus dari laman media tersebut.
Tindakan ini justru memicu kecurigaan baru di tengah masyarakat dan mempertanyakan profesionalisme jurnalistik media bersangkutan.
Seperti diberitakan sebelumnya, operasi yang dipimpin langsung Kepala BNNP Sulsel itu tidak hanya membongkar jaringan peredaran, tetapi juga mengungkap skema pembayaran yang diduga berlangsung setiap 10 hari sekali. Dana tersebut disebut sebagai “upeti” agar aktivitas para bandar tetap aman dan tidak tersentuh hukum. Nama-nama oknum yang diduga terlibat pun disebut sudah teridentifikasi, dan fakta ini langsung menjadi sorotan tajam karena menjawab keresahan warga yang selama ini merasa peredaran narkotika di kedua wilayah itu berjalan bebas dan sulit diberantas.
Berita itu sempat viral dan memicu gelombang desakan masyarakat agar kasus ini diusut tuntas, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Publik menuntut tindakan tegas jika terbukti ada oknum yang terlibat, demi memulihkan kepercayaan terhadap penegak hukum. Namun, tak lama setelah berita itu menyebar luas, konten tersebut hilang dari situs Porosrakyatnews.id.
Penghapusan itu justru menimbulkan pertanyaan lebih besar. Warga dan pengamat menilai langkah ini justru memperkuat kecurigaan bahwa ada hal yang ditutup-tutupi.
“Kenapa harus dihapus kalau apa yang ditulis itu benar dan berdasar, Ini malah bikin kami makin yakin ada yang tidak beres di sini,” ujar salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus ini. Banyak pihak kini mempertanyakan independensi dan prinsip jurnalistik media tersebut, apakah ada tekanan dari pihak tertentu atau alasan lain di balik penarikan berita itu.
Hingga kini, baik Polres Takalar maupun Polres Gowa belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan anggotanya. Sementara itu, BNNP Sulsel menyatakan tim penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus berdasarkan temuan di lapangan.
Meski berita awal sudah dihapus, isu ini tetap bergema dan menjadi perhatian utama masyarakat Sulawesi Selatan, karena menyangkut integritas penegakan hukum dan keamanan bersama. Publik berharap aparat berwenang tetap mengusut tuntas meski informasi awal sudah tidak bisa diakses, agar kebenaran tetap terungkap dan tidak ada yang kebal hukum.
Pihak Porosrakyatnews.id sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan penjelasan resmi mengapa berita tersebut ditarik kembali dari publikasi mereka.








