News  

Pemuda Tewas Ditabrak KA Sangkuriang DiJember Polisi Kejadian Akibat Kelalaian Pengendara

JEMBER – Polres Jember telah menyelesaikan pendalaman dan olah data terkait kecelakaan maut yang menewaskan seorang pemuda di perlintasan kereta api Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari. Hasil penyelidikan menunjukkan peristiwa tersebut terjadi murni akibat kelalaian pengendara sepeda motor.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nuralamsyah, menyampaikan kesimpulan hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan wawancara dengan saksi pada Kamis (14/5/2026). Menurutnya, korban yang mengendarai sepeda motor Honda BeAt diduga tidak berusaha memeriksa kondisi keamanan di sekitar sebelum melintasi jalur rel.

“Berdasarkan hasil pendalaman, kecelakaan ini murni disebabkan oleh kelalaian pengendara roda dua. Kami menduga korban tidak melihat ke kanan maupun ke kiri saat hendak menyeberang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian sekitar pukul 17.55 WIB Rabu (13/5/2026), Kereta Api Sangkuriang rute Banyuwangi menuju Bandung sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dari lokasi. Meski masinis telah membunyikan klakson sebagai tanda peringatan, pengendara motor tetap melanjutkan pergerakannya melintasi rel.

“Karena jarak yang sudah terlalu dekat, upaya pengereman tidak lagi dapat dilakukan dan tabrakan tak terhindarkan. Pengendara motor tertabrak lalu terlempar, mengalami luka berat terutama di bagian kepala, dan dinyatakan meninggal dunia tepat di lokasi kejadian,” tutur Tommy.

Sementara itu, terkait kondisi perlintasan tersebut, pihak Dinas Perhubungan mengakui bahwa fasilitas penutup jalur sudah dibangun secara fisik, namun belum dapat beroperasi karena proses pencarian dan penempatan petugas jaga yang sesuai dengan syarat dan kompetensi masih berlangsung.

Sebelumnya dilaporkan bahwa korban bernama Rafli Eko Efendik (24), warga setempat, meninggal dunia seketika setelah tabrakan terjadi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember sebelum dibawa pulang ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Polisi juga kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur perlintasan kereta api, baik yang dijaga maupun belum terlayani fasilitas lengkap. Selalu disarankan untuk berhenti sejenak, memeriksa kondisi jalur dan mendengarkan tanda peringatan sebelum melanjutkan perjalanan demi keselamatan bersama.

(Sabar Eko P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *