News  

KCD Wilayah V Dugaan Kuat Lemah Pengawasan Terhadap Yayasan Dan SMK Taruna Tunas Bangsa ( TTB) Sukabumi

Sukabumi – Situasi juga kondisi SMK Taruna Tunas Bangsa ( TTB) Sukabumi semakin buruk bahkan jadi perbincangan hangat di tengah tengah masyarakat, diantaranya kejelasan KBM di lingkungan SMK TTB.

Bangunan sekolah TTB yang sepi sunyi tidak ada kehadiran siswa juga guru. Pada Rabu (4/3/2026).

Hasil penulusuran dilapangan, didapat informasi dugaan dampaknya Mangkrak Kegiatan Belajar mengajar (KBM) di SMK Taruna Tunas Bangsa ( TTB ) Sukabumi.

Bermuala dari adanya dua kepimpinan kepala sekolah, berikut di tambah sisa hutang pembangunan ruang praktik sepeda motor melalui progaram revitalisasi kepada pedamping belum terbayarkan.

Bahkan informasi yang di dapat persoalan Revitalisasi pihak Yayasan dugaan sulit membayar hutang kepada pihak pedamping,
setelah meninggal ketua Yayasan, padahal penerima manfaatnya Yayasan.

Oleh pedamping bangunan telah selesai dikerjakan hingga 100%.

Menurut analisa dari berbagai tokoh utang tersebut tanggung jawab yayasan bukan lagi tanggung jawab sekolah, karena sekolah tersebut milik yayasan.

Persoalan hutang Yayasan sudah berulang kali dilakukan upaya baik secara mediasi ataupun lainnya, terakhir sampai diruang korwas KCD Wilayah V Sukabumi provinsi Jawa Barat, namun hingga sekarang ini belum ada kejelasan.

Sementara hutang revit menurut sepihak jadi penyebab terganggunya KBM di SMK TTB Sukabumi, bahkan sementara ini sekolah dikuasai oleh pihak luar, catatan tersebut berserta nama pengadu di catat oleh korwas KCD, tetapi di bantah oleh Dadan ( pedamping program Revitalisasi) dihadapan Korwas langsung dan di beberkan lagi keterjadian Yayasan terhadap hutangnya.

” kami dari pedamping tidak pernah merasa mengganggu kegiatan KBM di SMK TTB, hanya satu ruangan kami pake itupun bukan ruang belajar siswa namun kantor kepala sekolah, agar mereka pihak Yayasan segera membayar lunas terhadap kami, setelah selesai kami akan tinggalkan ruangan tersebut,” bebernya Dadan.

Lebih lanjut Dadan ( pendamping Revitalisasi) mengatakan,” saya akan terus mengejar hutang tersebut kepada pihak Yayasan, sampai dengan membayar lunas,” cetusnya.

Kalau diperhatikan, pihak Yayasan Irma Suzilawati selaku pengurus Yayasan juga saat ini menjabat pengawas SMA wilayah V kota/ Kabupaten Sukabumi dugaanya, seolah menghidari dari tanggung jawab hutang,” Ucap Dadan.

Bukan hanya Irma Suzilawati telah mengangkat kepala sekolah yang baru yaitu Cep Rudi akrab sering dipanggil, ia pun akan saya dilibatkan untuk ikut andil membayar persoalan hutang,” imbuhnya Dadan.

Rahmat mengungkapkan,” sebelumnya kondisi sekolah berjalan lancar baik pada manajemen sekolah ataupun lainnya, tetapi Setelah meninggal Supratman, S.Pi., M.Si. yang menjabat ketua Yayasan di Taruna Tunas Bangsa (TTB) Sukabumi, sekaligus kepala sekolahnya di SMK TTB Sukabumi suasana berbeda.

Supratman, S.Pi.,M.Si. meninggal dunia pada tanggal 03 Nopember 2025, dalam kondisi sakit dan sebelum meninggal Supratman sempat mengangkat dan menunjuk kepala sekolah sebagai penggantinya yaitu Raihan Khan Abdillah SP, S.I.Kom.

Namun di sayangkan Irma Suzilawati (isrtri Alm )tidak setuju dengan posisi Raihan menjabat kepala sekolah yang ditunjuk oleh Supratman.

Bahkan Irma Suzilawati mengakat sekolah yang baru yaitu Cep Rudi diketahui saat ini, namun diduga Cep Rudi, informasi yang didapat belum lama mengundurkan diri menjabat kepala sekolah.

Sorotan lagi terhadap Cep Rudi terhitung berapa pekan menjadi kepala sekolah dan telah mengundurkan diri, yang perlu diketahui bagaimana pihak KCD bisa ikut menyutujuinya, menjadi kepala sekolah,
sementara di KCD adanya pengawas baik pengawasan BOS. bahkan belum lama Cep Rudi dan Bendaharanya telah mencairkan BOS.

Berbalik pada KBM di duga mogok, bahkan katanya hampir sepekan siswa siswi melaksanakan pembelajaran daring, maka patut KCD sendiri ikut menulusuri persoalan yang terjadi di lingkungan SMK TTB berikut Yayasan, agar dampaknya tidak dirasakan oleh masyarakat terutama wali murid.

Dengan demikian untuk memulihkan KBM di SMK TTB, KCD harus turun tangan membantu persoalan yang terjadi, pertama persoalan KBM berikut memanggilnya secara tegas persoalan hutang revitalisasi Yayasan kepada pihak pendamping.

Bagaimanapun KCD harus ikut terlibat untuk membantu, mengatasi persoalan yang terjadi di SMK TTB, apalagi sekarang terjadi korban terutama siswa siswi & guru.

Bagaimana membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk memajukan negara, jika persoalan ini di biarkan begitu saja, tidak kurang dari 165 orang siswa siswi.

Menurut pengakuan wali murid sangat menyesali memasukan anaknya di sekolah tersebut,

” Hari ini anak saya terus dirumah tidak belajar, berharap sekolah tersebut kembali seperti semula,” Tutup.

(Muhtar Bahtiar : Sukabumi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *