Pebayuran Bekasi – Kondisi memprihatinkan tengah dialami para petani di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Ratusan hektare sawah dilaporkan mulai mengering akibat pasokan air irigasi yang tidak maksimal, sehingga mengancam keberlangsungan masa tanam dan potensi gagal panen. (20 /4/2026 )
Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan mereka. Kondisi ini diperparah dengan adanya kegiatan normalisasi saluran irigasi yang menyebabkan distribusi air tidak berjalan optimal.
Salah satu petani setempat, Udin Samsudin, mengungkapkan keluh kesahnya. Ia menyebutkan bahwa tanaman padi miliknya yang sudah berusia sekitar 25 hari hingga kini belum mendapatkan suplai air yang cukup.
“Kami mohon pemerintah jangan tutup mata. Sawah kami sudah mulai kering, tanaman terancam mati. Kalau dibiarkan, kami bisa gagal panen,” ujar Udin Samsudin dengan penuh harap.
Para petani di wilayah tersebut berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mengatasi persoalan ini. Mereka menilai solusi jangka pendek yang bisa segera dilakukan adalah melalui pompanisasi air dari Sungai Citarum guna memenuhi kebutuhan irigasi yang mendesak.
Menurut para petani, jika hanya mengandalkan aliran irigasi yang saat ini terganggu, kebutuhan air tidak akan tercukupi dalam waktu dekat. Sementara itu, tanaman padi membutuhkan pasokan air yang stabil agar dapat tumbuh dengan baik.
Selain ancaman gagal panen, kondisi ini juga berpotensi berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat setempat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.
Para petani berharap pemerintah segera turun tangan dengan langkah nyata, baik melalui percepatan perbaikan irigasi maupun penyediaan alternatif pasokan air. Tanpa intervensi cepat, kekeringan ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan memperparah kerugian yang dialami petani.
(Ling)







