Seputarindonesia.co.id // Kota Bekasi – Guna menjamin rasa aman publik secara maksimal di malam akhir pekan, jajaran Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota mengintensifkan pergerakan patroli malam hingga menjelang subuh. Langkah preventif ini dilakukan melalui program Jaga Bekasi yang berfokus pada empat pilar penegakan sosiologis: Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah. Atas instruksi langsung Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., operasi pemeliharaan kamtibmas (harkamtibmas).
Operasi pemantauan pergerakan jalanan ini dikomandoi langsung oleh Kanit Patroli Ipda Rokhmat Munawar dengan kekuatan 10 personel taktis. Dalam melancarkan pergerakan di lapangan, personel dibekali dengan alutsista mobile berupa 5 unit kendaraan roda dua operasional. Tidak hanya itu, guna mengantisipasi eskalasi ancaman tinggi di lapangan serta memberikan efek deteren (deterrent effect) yang kuat bagi para pelaku kriminalitas, tim juga dilengkapi dengan persenjataan organik berupa satu pucuk senjata api laras panjang dan satu pucuk senjata laras licin gas air mata.
Pergerakan taktis Tim 3 (Kuda Nil) Sat Samapta dimulai tepat pukul 00.00 WIB dengan menyasar jalur protokol dan jalur tikus yang rawan aksi 3C (Curas, Curat, Curanmor), balap liar, serta begal. Rute patroli malam itu difokuskan menyisir tiga wilayah hukum sektor, yakni Jatiasih, Pondok Gede, dan Jatiwarna. Tepat pada pukul 01.15 WIB, tim mulai menyisir sepanjang Jalan Raya Hankam hingga Jalan H. Harun Pondok Gede untuk membubarkan kerumunan pemuda yang berpotensi memicu gesekan sosial, kemudian dilanjutkan dengan menggelar strong point di titik-titik krusial pada pukul 02.30 WIB.
Memasuki waktu rawan menjelang fajar, Tim Kuda Nil menggeser pergerakan komando menuju wilayah hukum Polsek Jatiwarna pada pukul 03.40 WIB untuk melakukan pemantauan ketat pada area minim penerangan jalan. Tak berhenti di situ, pada pukul 04.25 WIB subuh, personel kembali bergeser melakukan strong point di kawasan strategis Jatiasih. Langkah ini ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas menonjol (guantibmas), sekaligus mengamankan pergerakan warga lokal yang memulai aktivitas di pasar subuh maupun pengguna jalan pagi hari.
(Gunawan Darmawan/Humas)









