TMI Gandeng Pupuk Indonesia, Perkuat KDMP demi Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

MOJOKERTO — Dalam upaya menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta memperkuat ketahanan pangan nasional, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TMI Kabupaten Mojokerto menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi strategis di Desa Sajen, Kecamatan Pacet. Kegiatan ini menandai dimulainya kerja sama erat dengan PT Pupuk Indonesia dan Pupuk Gendruwo Banyuwangi, yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani di wilayah Pacet dan Gondang serta sekitarnya, 22/05/2026.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sajen, Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riky Eptiadu, Ketua DPD TMI Mojokerto, Hari Putra Sulistiya, perwakilan PT Pupuk Indonesia Pak Singgih, serta perwakilan Pupuk Gendruwo, Mas Hajir. Turut hadir pula perwakilan dari 11 desa binaan yang tergabung dalam jaringan kerja sama ini, meliputi Pohjejer, Wonoploso, Kebontunggul, Kemasantani, Pugeran, Gumeng, Wiyul, Kesimantengah, Kerniri, Sajen, dan Pandanarum.

Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riky Eptiadu, dalam arahannya menegaskan bahwa KDMP harus berjalan sukses dan membawa dampak nyata agar para petani bisa hidup makmur. “KDMP bukan sekadar program biasa, ini adalah wadah untuk mengubah nasib petani. Koperasi ini harus mampu menyiapkan pasokan pupuk yang berkualitas dan terjangkau bagi petani, serta menjamin pembelian hasil panen agar petani tidak lagi dirugikan oleh permainan harga di pasar,” tegas Riky.

Lebih jauh, Riky menjelaskan bahwa KDMP tidak hanya bergerak di bidang sarana produksi, tetapi juga telah menjalin kerja sama strategis dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kolaborasi ini bertujuan agar hasil bumi petani lokal bisa diserap langsung untuk kebutuhan program pemerintah tersebut, sehingga roda ekonomi di tingkat desa berputar lebih kencang.

Sementara itu, Ketua DPD TMI Mojokerto, Hari Putra Sulistiya, memberikan penegasan keras terkait pelaksanaan kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa sinergi dengan MBG/SPPG adalah keharusan demi memastikan ekonomi rakyat berjalan. “Jika pihak pelaksana MBG atau SPPG ada yang menolak atau tidak mau bekerja sama dengan KDMP, kami instruksikan untuk segera melaporkan ke pusat. Karena perekonomian rakyat itu wajib dan harus berjalan di desa. Jangan sampai program pemerintah justru tidak melibatkan warga setempat,” ujar Hari dengan tegas.

Prinsip yang dipegang teguh oleh TMI adalah: “Jika ekonomi bawah baik, maka pemerintah pasti baik.” Hari menambahkan, kemajuan dan kestabilan negara sangat bergantung pada kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.

Perwakilan PT Pupuk Indonesia, Pak Singgih, dan Pupuk Gendruwo, Mas Hajir, menyambut baik kolaborasi ini. Mereka berkomitmen mendukung penuh penyediaan pupuk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman di wilayah Mojokerto, guna memastikan hasil pertanian meningkat secara kuantitas maupun kualitas.

Kepala Desa Sajen dalam sambutannya sangat mengapresiasi langkah TMI dan mitra usaha. Ia berharap kehadiran KDMP di desanya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, membuktikan bahwa dengan gotong royong dan manajemen yang benar, kemandirian ekonomi desa bisa terwujud.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan rantai pasok pertanian menjadi lebih pendek, petani mendapatkan harga pupuk wajar, hasil panen terserap habis, dan kebutuhan program gizi nasional terpenuhi dari hasil bumi lokal. Ini adalah langkah nyata mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Mojokerto yang sesungguhnya. (har).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *